Peringati HGN, SMA I GU Gelar Deklarasi Anti Perundungan

UfukNews. Com, BUTENG – Setelah melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN), Sekolah Menengah Atas  (SMA) I GU menggelar deklarasi Anti Perundungan (Anti Pembulian). Tujuan dari deklarasi ini bertujuan agar dilingkungan Sekolah tidak ada lagi kekerasan, saling membuli serta menjatuhkan martabat sesama manusia. 

Saat di konfirmasi Kepala Sekolah SMA I GU Amruddin berharap, dengan adanya deklarasi Anti Perundungan ini, kedepannya tidak ada lagi saling mengecek dan membuli antara guru dengan guru, antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. 

” Dengan adanya deklarasi anti perundungan ini, dapat menciptakan lingkungan sekolah nyaman, damai, aman, nyaman, tertib, ” tandasnya, (25/11/2021).

Lanjutnya, apalagi saat ini memperingati hari guru. Dengan adanya hari yang istimewa ini, tingkat pendidikan semakin meningkat dan turus sebagai sarana tenaga pendidik dapat mencerdaskan semua siswa/i dalam lingkup sekolah.

” Memasuki hari guru ini, semoga peningkatan proses belajar dan mengajar bisa lebih maksimal dan berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas Guru agar Siswa/i dapat lebih memahami dan cerdas, setiap guru wajib untuk mengikuti  Kompetensi dan mengikuti Diklat demi memicu pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar (PBM), ” jelasnya.

Sambung Amruddin, apalagi saat ini Sekolah SMA I GU sedang melaksanakan profil pelajar Pancasila, belajar dengan paradigma baru (Merdeka Belajar). Dimana merdeka belajar, bertujuan agar siswa/i lebih leluasa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dalam merdeka belajar, siswa diajarkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki  serta minat dan bakat, dimana tidak ada unsur paksaan. 

” Contohnya pada pembelajaran terdahulu, pada proses pembelajaran konferensional jika siswa tidak dapat menyerap pembelajaran tersebut maka siswa/i dianggap tidak mampu, ” timpalnya.

Amruddin menambahkan, padahal tidak seperti itu metode pembelajaran yang harus disampaikan. Makanya dengan metode merdeka belajar ini, siswa diajar dengan metode mengajar sesuai dengan kemampuan siswa. Serta menyesuaikan minat dan bakat siswa/i tanpa merubah silabus pembelajaran. 

” Perlu diketahui bahwa, untuk penerapan merdeka belajar ini, sudah diterapkan sejak awal semester. Mudah-mudahan dengan adanya merdeka belajar, siswa/i dapat menangkap dan menyerap proses belajar mengajar dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, ” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *