UfukNews. Com, KENDARI – Saat dihubungi melalui via telepon, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Syahrul Said, S. Sos menghimbau seluruh masyarakat kota Kendari agar tidak mudah terprovokasi dengan isu memecah belah serta mengatasnamakan Suku, Agama, Ras dan Antara golongan ( SARA ), Jumat (17/12/2021).
” Pasalnya kalau berbicara mengenai suku, kita semua hidup berdampingan di Kota Kendari dan masih satu darah yang bersilangan dari para leluhur. Sehingga kita tidak ada perbedaan budaya, perbedaan kehidupan serta perbedaan visi dan misi dalam membangun Sulawesi Tenggara kearah yang lebih baik, ” terang Syahrul Said.
Pria yang akrab disapa Arul, menegaskan bahwa pada hakikatnya semua etnis yang ada di Sulawesi Tenggara semua bersaudara. Perbedaan etnis, budaya dan karakter adalah warna dalam kehidupan, yang membuat keindahan dalam berbangsa dan bernegara.
” Kita hidup bersama dan berdampingan di Kota Kendari dan kita cari kehidupan serta bermasyarakat disini. Mari saling menjaga, menguatkan serta memberikan edukasi yang baik untuk kebaikan dan kenyamanan seluruh masyarakat, ” imbaunya.
Arul meminta, agar semua Forkopimda, Tokoh Adat, Tokoh Budaya dan Tokoh Pemuda untuk duduk bersama dan tanggap terhadap indikasi gejolak yang berkembang dimasyarakat. Sehingga konflik ini tidak berkepanjangan serta merisaukan masyarakat umum.
” Saya meminta kepada pihak yang berwajib agar memberikan penegasan dan menangkap oknum atau masyarakat yang membawa senjata tajam (Sajam) dimuka umum. Sehingga ini tidak terkesan adanya pembiaran dan tutup mata, ” tegasnya.
Karena tambah Arul, kalau petugas tidak tegas kali ini, maka potensi caos akan lebih melebar lagi dan akan ada kemungkinan menjalar kemana-mana yang akan melumpuhkan perekonomian daerah.
” Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan isu memecah belah serta menyebarkan Vidio yang belum jelas asal usulnya. Serta mari bersama untuk saling menahan diri agar tidak terpancing dalam keributan, huru hara serta memecah belah persatuan dan kesatuan, ” pungkasnya.







