UfukNews. Com, KENDARI – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara, saat ini telah melakukan budidaya rumput odot dan pakchong. Dimana bibit rumput pakcong didatangkan langsung dari Loka Penelitian Sapi Potong yang ada di Grati. Sedangkan Odot didatangkan dari Kebun percobaan Gowa, Sulawesi Selatan. Kebun ini terletak tidak jauh dari diseminasi pemeliharaan kambing Boerka dan masih dalam area kantor. Penanaman sudah dimulai sejak April 2020 dan saat ini telah berkembang dengan baik, (07/02/2022).
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara, saat ini telah melakukan budidaya rumput odot dan pakchong, dimana bibit rumput pakcong didatangkan langsung dari Loka Penelitian Sapi Potong yang ada di Grati. Sedangkan Odot didatangkan dari Kebun percobaan Gowa, Sulawesi Selatan. Kebun ini terletak tidak jauh dari diseminasi pemeliharaan kambing Boerka dan masih dalam area kantor. Penanaman sudah dimulai sejak April 2020 dan saat ini telah berkembang dengan baik.
Upaya pengembangan Hijauan Pakan Ternak unggul, Tepatnya pada sabtu (6/2) BPTP Sultra mengerahkan seluruh tenaga THL untuk membuka lahan seluas 1 ha dalam rangka perluasan kawasan pengembangan HMT. Pembangunan kebun Hijauan Pakan Ternak unggul ini selain untuk pemenuhan hijauan untuk ternak kambing juga sebagai sumber bibit rumput unggul. Pelaksanaan dimulai dengan pembukaan lahan, pengolahan tanah dan penanaman.
Miftah Hidayat, S.Pt. selaku penanggungjawab pengembangan Kebun Rumput mengemukakakan, bahwa perluasan kebun hijauan pakan unggul, selain ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan hijauan pakan ternak juga sebagai kebun bibit rumput unggul. Sehingga selain sebagai tempat pembelajaran juga para peternak bisa mengembangkan rumput unggul ini diwilayah masing-masing dengan mengambil bibit rumput di BPTP Sultra.
“Ketersediaan hijauan ini, perlu mendapat perhatian khusus guna mengantisipasi perkiraan BMKG bahwa di awal triwulan kedua kemungkinan akan terjadi kemarau yang cukup Panjang. Dari hal tersebut para peternak, sudah seharusnya mempersiapkan ketersediaan hijauan agar mampu menghadapi perubahan iklim tersebut, “ tutup Miftah Hidayat.
Sementara itu Fanny Yulia Irawan, M.Pt. selaku penanggung jawab kegiatan diseminasi ternak kambing, menjelaskan, bahwa kebun ini diharapkan dapat menjadi kebun percontohan sekaligus koleksi untuk bibit unggul HMT. Saat ini BPTP Sultra sudah kedatangan beberapa peternak maupun dari Dinas terkait yang ingin mengembangkan bibit rumput pakchong tersebut.
“Rumput yang ada disini telah menjadi sumber pakan untuk kambing-kambing yang kami ternakkan, kedepannya kami harapkan rumput ini dapat berkembang agar dapat menyebar kepada peternak di Sultra dan semoga bisa menyuplai bibit ke berbagai daerah” urai Fanny.
Perlu diketahui, pakan merupakan salah satu kunci sukses dalam keberhasilan usaha ternak ruminansia. Pemenuhan kebutuhan pakan utama ruminansia yaitu hijauan dapat ditempuh dengan cara membangun Kebun Hijauan Pakan Ternak Unggul (KHPTU). Pembangunan kebun hijauan diharapkan sebagai Bank Pakan sehingga mampu menjaga ketersediaan hijauan pakan sepanjang tahun.
Badan Litbang Pertanian telah mengembangkan beberapa jenis rumput unggul, yang mempunyai beberapa kelebihan. Baik dari kandungan nutrisi yang lebih tinggi, produktivitas maupun palatabilitasnya. Rumput unggul tersebut antara lain, rumput Odot (Pennisetum purpureum cv Mott) dan rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand). Kedua jenis rumput tersebut merupakan jenis rumput potongan yang cocok dikembangkan sebagai sumber hijauan yang berkualitas.
Rumput odot memiliki kemampuan hidup di berbagai tempat, toleran terhadap naungan, memiliki respon yang baik terhadap pemupukan. Rumput ini tumbuh membentuk rumpun, Budidaya rumput odot biasa dilakukan secara vegetatif menggunakan sobekan rumpun/pols ataupun dengan stolon. Pemanenan rumput odot pertama kali saat umur 70-80 hari, pemanenan yang kedua (setelah tumbuh kembali) saat musim hujan ketika berumur 35-45 hari dan saat musim kemarau ketika berumur 40-50 hari. Proktifitasnya mampu mencapai 43,58 ton/tahun bahan kering.
Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah jenis rumput yang berasal dari Thailand. Awalnya para peternak mengenal jenis rumput ini dari mulut ke mulut. Rumput Pakchong diteliti dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput Pakchong merupakan salah satu jenis rumput unggul. Rumput Pakchong merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach).
Rumput pakchong sangat disukai oleh ternak ruminasia seperti sapi dan kambing karena pada bagian batang dan daunnya tidak memiliki bulu-bulu halus seperti rumput gajah ataupun odot. Selain itu memudahkan peternak pada saat proses pengambilan.







