UfukNews.com.KENDARI – Sebagai penyedia benih sebar se-Sulawesi Tenggara Kebun Percobaan (KP) Wawotobi Balai pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Roguing Padi pada musim penanaman pertama (MT) Tahun 2022. prioritas perawatan padi secara intensif ini dilakukan guna menjaga kemurnian benih padi agar menghasilkan produktivitas yang optimal.
Melalui kebun percobaan ini, prose Roguing sendiri merupakan cara untuk menjaga kemurnian varietas benih padi, prose pemeriksaan dan pembuangan dari ciri tanaman – tanaman yang berbeda ini dilakukan secara langsung di lahan produksi benih. Proses ini juga diberikan pada spesie tanaman lain, serta beberapa varietas lainnya, serta tanaman tipe simpang dan gulma agar kemurnian varietas terus terjaga, konsep ini juga diterapkan agar dapat memenuhi syarat sertifikasi benih sebar..
Melalui Proses ini, Roguing benih padi mulai dilakukan secara berkala dari mulai fase pertumbuhan hingga sebelum masa panen. Spesifik perlakuan Roguin juga sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum suhu matahari meningkat, hal ini agar pengenalan ciri-ciri kritis dapat lebih mudah diatasi.
Untuk waktu tepat proses ini sebaiknya dilakukan pada fase tanaman padi mulai pada bentuk berbunga penuh, sebab pada fase ini penampilan sifat-sifat tanaman terlihat sepenuhnya, juga perbedaan pada warna bunga akan tampak nyata.
Sementara untuk fase tanaman penyerbukan silang sendiri proses roguing sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu sebelum masa pembungaan penuh atau pada saat pembungaan tetapi sebelum serbuk sari matang dan belum dilepaskan oleh faktor penyerbukan. Fase roguing ini sebaiknya dilakukan secara berkala dan sistematis.
Adapun, untuk perlakuan Roguing pada pertumbuhan benih padi terdapat Empat fase yang dilakukan, antara lain, pertama Roguing pada fase vegetatif awal (35 – 45 HST), dan yang kedua Roguing pada fase vegetatif akhir/keturunan maksimal (50-60 HST), fase ketiga Roguing pada fase generatif/pembungaan awal (85-90 HST), dan Roguing pada fase generatif/pematangan akhir (100-115 HST)
Adapun cara melakukan roguing, adalah sebagai berikut, terlebih dahulu kita harus Mengenali deskripsi kultivar yang diproduksi dengan teliti, kedua Membawa kantung untuk tempat rogues, dan juga Berjalan perlahan-lahan dilahan produksi (tidak lebih dari 3 km/jam). Berjalan diantara barisan tanaman secara sistematis.
Juga mengamati tanaman secara teliti dengan jarak pandang selebar 2 meter., tata Cara berjalan lebih baik membelakangi sinar matahari. Selain itu, Roguing dilakukan sebelum matahari bersinar terik. Dan jika ditemukan Rogues, maka seluruh bagian rogues yang dicabut dicatat. Juga melakukan pencatatan Jumlah dan tipe tanaman rogues yang dicabut. Untuk Tanaman rogues yang telah dicabut kemudian dilakukan pembuangan dan dibakar. Serta, Gulma yang terinfeksi penyakit dicabut, ditampung di wadah atau kantung plastik dan dibakar. Sementara, untuk tanaman menyerbuk silang roguing dilakukan sebelum pembungaan atau pada saat berbunga yang belum dikenai serbuk sari.







