Ketgam. Kantor Desa Walando.
UfukNews.Com, BUTENG – Evaluasi kinerja desa merupakan langkah penting dalam mengukur perkembangan desa. Hal ini juga menjadi bagian dari lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Sulawesi Tenggara Laode Muhammad Sya’ban Hidayat mengatakan, aspek penilaian lomba desa kali ini terdiri dari pemerintah desa, ekonomi Masyarakat, sosial budaya, kerjasama desa, kesehatan masyarakat, lingkungan masyarakat, dan sejumlah aspek lainnya di Desa Walando dinilai Sudah memenuhi aturan permendagri No. 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
“Jadi untuk penilaian di Buton Tengah sudah dilakukan penilaian. Dari hasil penilaian sementara berdasarkan pengamatan kami, Kabupaten Buton Tengah itu memiliki kelebihan. Dengan menghadirkan inovasi-inovasi baru, dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata dia Sabtu, (08/7/2023).
Selain itu kata La Ode Muhammad Sya’ban Hidayat, mereka juga memiliki inivasi seperti Website pelayanan desa, pemerinyah desa setempat menghadirkan inovasi baru untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Menurutnya usai melihat penilaian yang di lakukan, secara keseluruhan pemerintah desa Walando sudah mengimplementasikan apa yang menjadi amanah dari Kementerian Dalam Negeri terkait tata kelola desa yang baik.
“Mereka juga sudah mulai menerapkan pengimputan data keuangan melalui sistem, mengelola data aset dengan baik, mengisi prodeskel secara online, evaluasi perkembangan desa juga secara online,” ujarnya.
Sambungnya, inovasi lain juga datang dari pengelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Yang mengelola objek wisata kolam renang, sebelum pandemi Rp100 juta perbulan. Meski sempat surut, akibat pandemi, pemerintah desa setempat terus berupaya membangkitkan kembali usaha-usaha yang di kelola oleh BumDes.
“Kelebihan lainnya, mereka punya BumDes yang sangat inovatif dan kreatif. Mereka mengelola objek wisata kolam renang yang di kelola langsung dan memang menjadi aset BumDes,” imbuhnya.
Tambah pria yang akrab disapa Sya’ban, hal ini tentu menjadi nilai pendukung nantinya bagi desa Walando pada saat proses penilaian, tim penilai pun melakukan penilaian secara objektif. Tidak hanya melalukan penilaian tetapi juga pembinaan terhadap hal-hal yang masih perlu di benahi.
“Harapan saya peningkatan SDM di desa bisa lebih di tingkatkan lagi. Mudah-mudahan melalui program pusat yang di dukung langsung oleh pemerintah Provinsi desa bisa lebih maju kedepannya,” pungkasnya.







