UfukNews. Com, KENDARI – Upah intensif tim Satgas Covid-19 belum terbayarkan, berujung pada penyegelan Kantor Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara,( 7/10/2021).
Salah seorang tim Satgas Covid-19 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selebaran penyegelan sudah menempel di pintu kantor Satgas Covid-19 sejak Kamis, 7 Oktober, pukul 12.00 Wita. Penyebabnya, adalah karena upah tim satgas-Covid-19 yang tak kunjung dibayar.
“Ia kantornya sudah disegel dari jam 12 siang tadi. Saya tidak tahu menahu mengenai siapa yang segel. Kalau soal honor memang betul yang saya dengar itu dari bulan April,” ringkasnya.
Sementara itu, informasi dari salah seorang pegawai yang tidak mau disebutkan identitasnya, diketahui anggaran yang belum dibayarkan ditaksir mencapai miliaran rupiah. Dengan skema pembayaran insentif senilai Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per hari, mulai Bulan April sampai September 2021.
” Meski haknya kami belum dibayarkan, mau tidak mau kita tetap menjalankan tugas seperti hari biasanya dengan harapan insentifnya segera dibayarkan.
Mau tidak mau kita tetap bekerja, meskipun harus mengutang kiri kanan buat anak istri biar bisa makan. Perhari kita dibayar 150 ribu sampai 250 ribu rupiah, ” tutupnya.
Menyikapi aksi penyegelan kantor Satgas Covid-19, Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Dr. Endang Abbas, membenarkan soal mandeknya pembayaran insentif honor tim satgas Covid-19 yang terhitung sejak Bulan April hingga bulan Oktober 2021.
” Kami sudah menandatangani berkas pencairan, akan tetapi belum juga dituntaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, selaku pihak yang diberikan wewenang mengalokasikan anggaran tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Sultra, Muhammad Yusuf, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon mengatakan, tidak ada persoalan dalam pembayaran insentif.
” Hanya saja, alokasi anggaran masih menunggu review dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Yang mau dibayar itu dari bulan Mei sampai dengan bulan September 2021. Untuk anggaran yang mau dibayarkan saya belum tahu persis berapa jumlahnya yang akan dibayarkan,” tutupnya. (Adm)







