UfukNews. Com, BAUBAU – Persoalan sampah plastik yang terus menumpuk di wilayah pesisir menjadi perhatian serius masyarakat Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Untuk mencari solusi berkelanjutan, tim Dosen Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Muhamadiyah (UM) Buton gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik di Aula Kelurahan Sukanayo, Senin (03/08/2026), yang diikuti lebih dari 30 peserta.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Lurah Sukanayo, Minarni, S.Sos, yang menegaskan bahwa penanganan sampah plastik tidak lagi bisa mengandalkan pola lama. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat agar persoalan sampah dapat diatasi dari sumbernya.
Dalam pelatihan ini hadir dua narasumber, yakni Dr. Wardana, S.Hut., M.Si, dosen Fakultas Pertanian UM Buton, serta Moh. Rusman Ramli, SE., M.Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Buton.
Dalam pemaparannya, Dr. Wardana menjelaskan, sampah plastik yang setiap hari terbawa arus laut ke kawasan pesisir Sukanayo bukan hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga mengancam ekosistem pantai apabila tidak dikelola dengan baik.
Permasalahan semakin kompleks karena sebagian wilayah pesisir sulit dijangkau kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah. Akibatnya, masih banyak masyarakat yang memilih membakar sampah atau bahkan membuangnya kembali ke laut.
“Paradigma ini harus diubah. Sampah plastik bukan lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat,” jelasnya.
Sementara itu, Moh. Rusman Ramli menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan Bank Sampah Plastik.
Menurutnya, bank sampah dapat menjadi solusi ganda, yakni menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai cara mengubah sampah plastik menjadi sumber penghasilan, konsep pengelolaan bank sampah, serta peluang pengembangan produk bernilai jual berbahan dasar limbah plastik.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan sampah di wilayah mereka.
Berbagai gagasan mengemuka, mulai dari perlunya pembentukan bank sampah di tingkat kelurahan, pelatihan lanjutan mengenai teknik pengolahan plastik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga membangun kemitraan dengan pemerintah, pelaku usaha, maupun lembaga pendidikan agar hasil olahan sampah memiliki akses pasar.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat Sukanayo untuk mengelola sampah plastik secara mandiri. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak hanya berhenti menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.(Red)







