UfukNews. Com, BAUBAU – Menciptakan pemandu wisata profesional serta berwawasan tinggi, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata Kota Baubau menggelar pelatihan desa wisata /limbo wisata yang melibatkan pemuda Kota Baubau, Kamis (11/11/2021).
Saat ditemui, Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan dengan 50 persen metode ceramah, 20 persen metode diskusi, dan 30 persen metode praktek lapangan. Ia berharap, output dari pelatihan ini, dapat menghasilkan para pemuda yang mampu mengolah dan mengembangkan Limbo Wisatanya secara profesional.
“Tahun lalu dari sekian ribu Kelurahan/Desa, Limbo Wantiro yang merupakan kawasan wisata di Kelurahan Kadolomoko, masuk dalam 300 besar dan terpilih sebagai Desa Wisata se-Indonesia. Kedepannya, kita akan mendorong kawasan Keraton dan Hutan Pinus untuk menyusul prestasi Limbo Wantiro,” jelas Idrus saat memberikan materi pada peserta pelatihan di Hotel Mira, Kamis (11/11/2021).
Lanjutnya, Kota Baubau adalah kota yang spesifik. Sebab Baubau memiliki banyak potensi yang diunggulkan. Mulai dari bandara, pelabuhan, lahan pertanian, hingga potensi wisata. Kini, pihaknya juga sedang membangun relasi dengan Wakatobi yang tergabung dalam 10 destinasi terpopuler di Indonesia.

“Nantinya, Kota Baubau harus terlibat dengan perjalanan wisata Wakatobi. Tidak hanya Wakatobi saja yang mendapat kunjungan wisatawan, namun semua wilayah Buton kepulauan, termasuk Kota Baubau. Intinya, kita inginkan para wisatawan, bisa menghabiskan uangnya di Kota Baubau,” tutup Idrus Taufiq Saidi, yang juga merupakan mantan Kepala Perhubungan Kota Baubau.

Sementara itu, dalam Sambutannya, Sekda Kota Baubau, Dr. Roni Muchtar, S. P.d, M.Pd, mengungkapkan, Ia sangat mengapresiasi pelatihan Desa Wisata ini. Sebab, hal ini dapat meningkatkan daya jual Kota Baubau di tingkat regional, nasional, maupun Internasional.
“Baubau punya wisata alam, wisata budaya/ sejarah, dan wisata buatan. Kita harus bersyukur, memiliki Limbo Wantiro yang masuk dalam 300 besar desa wisata se-Indonesia, ” bebernya. (11/11/2021).
Sambungnya, Pemerintah berperan dalam membuka potensi lapangan di setiap lokasi wisata, peningkatan pendapatan di lokasi wisata, dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dengan adanya keterlibatan masyarakat Lokal, didalamnya.
” Kota Baubau perlu melakukan promosi kekinian, yakni pemanfaatan platform digital. Misalnya, membuat film pendek tentang keindahan wisata. Kemudian, dalam pendampingan wisatawan, pemandu harus menggunakan model PO-5. Di antaranya adalah senyum, sapa, dan berkomunikasi yang baik dan santun, ” pungkasnya. (MAN)







