UfukNews. Com, BUSEL – Saat menghadiri Festival Desa Burangasi di Kabupaten Buton Selatan, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Aliudin mengatakan, saat ini pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara ingin mengembangkan dan menggenjot potensi Pariwisata khususnya di semua daerah di Sultra, Sabtu(13/11/2021).
” Pengembangan potensi Pariwisata yang ada di setiap daerah di Sultra, adalah salah satu program yang diprioritaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam hal ini Dinas Pariwisata, ” tandasnya.

Sambung Aliudin, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam hal ini Dinas Pariwisata akan terus mengenjot serta mengembangan potensi pariwisata yang ada di daerah baik itu, yang ada di daratan maupun yang ada di bawah air.
” Potensi wisata kita sangat banyak dan beragam, dari wisata pantai, pengunungan dan perbukitan, potensi budaya serta ragam tarian dan permainan khas daerah. Ini harus terus dipupuk dan diangkat kembali, untuk menambah dan memaniskan warna pariwisata yang ada di Sulawesi Tenggara, ” jelasnya.

Sebelum menutup, Kabid. Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Aliudin menambahkan, petingnya menganalisa serta mengangkat semua potensi wisata yang ada di Sulawesi Tenggara.
” Dengan mudah penataan serta mengekspos potensi wisata yang ada, kita bisa memetakan serta mengetahui potensi apa saja yang ada di Sultra dan apa saja hambatan dalam pengelolaan wisata. Dengan pengembangan serta memenuhi semua akses pelengkap dan fasilitas pendukung dalam menjual potensi wisata baik didalam negeri maupun dimanca negara, ” pungkasnya.
Sementara itu, saat ditemui Kepala Desa Burangasi La Hamiru S.Pd mengatakan, kegiatan Festival Budaya Burangasi baru dilakukan tahun ini. Festival ini, berkaitan dengan tajuk desa memajukan kebudayaan sesuai dengan SK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenristek dan Teknologi).
” Dalam kegiatan ini ada tiga tahapan kegiatan, yang pertama adalah tahap saling mengenal. Dimana mengenali semua potensi kebudayaan yang ada di Desa, tahap ini dilaksanakan selama satu bulan. Kedua adalah tahap pemetaan, dimana pada tahap ini dipetakan yang bisa menjadi nilai ekonomis untuk masyarakat, ” imbuhnya.

Sambung La Hamiru, tahap ketiga adalah tahap pengembangan, didalamnya ada yang namanya rencana aksi dalam melakukan festival Budaya Desa dan masuk dalam tahap pemanfaatan.
” Dalam tahap pemanfaatan budaya ini, dikembangkan budaya yang dulu untuk terus dikembangkan sampai dengan sekarang. Salah satunya, pengembangan budaya kearifan lokal, ” urainya.
Tambahnya, dalam festival Desa Burangasi ini didalamnya ada pentas seni, tari mangaru, panibi, sare-sare, pemukulan gendang, tampilan kuliner khas daerah, hasil panen masyarakat, dan hasil kelautan, serta hasil kerajinan tangan khas masyarakat Desa Burangasi. Selain itu didalamnya juga dirangkum permainan tradisional (Lojo, Mala dan sebagainya.
” Kita upayakan setiap tahunnya, akan berlanjut festival Desa Burangasi serta akan diusulkan dalam kalender tahunan Festival Budaya Desa Burangasi sebagai salah satu pengembangan potensi pariwisata, ” harapnya.







