UfukNews. Com, KENDARI – Dalam rangka memeriahkan Hari Bakti Rimbawan, Dinas Kehutanan (Dishut) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak anak usia dini untuk lebih mengenal alam melalui lomba mewarnai dan fotografi. Dalam kegiatan ini, sebanyak 34 anak turut berpartisipasi dalam lomba mewarnai, sedangkan 20 anak lainnya ikut dalam lomba fotografi.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara , Ir Sahid, mengatakan, lomba mewarnai dan fotografi merupakan agenda awal dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke 40 tahun yang dilaksanakan di Kebun Raya, Kota Kendari, Minggu (12/03/2023).
” Dalam memeriahkan Hari Bhakti Rimbawan, kami berupaya mangajak anak untuk bersentuhan langsung dengan nuansa alam. Sehingga rasa kepedulian terhadap lingkungan, bisa ditumbuh kembangkan sejak usia dini, ” imbuhnya.
Sahid menambahkan, Ia berharap setiap anak bisa lebih mengenal lingkungan. Dengan dengan mengikuti lomba pada hari Bhakti Rimbawan, peserta bisa belajar tentang manfaat pohon serta fungsi hutan itu sendiri.
Ditempat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dishut Sultra, Anis Suratin mengatakan, kegiatan Ini merupakan pendidikan bina cinta alam yang coba ditanamkan kepada anak sejak usia dini.
” Tujuannya, untuk mengenalkan hutan dengan segala kandungan yang ada dalamnya. Mulai dari sumberdaya alam hayati, hingga ekosistemnya dengan mengajarkan kepada anak pentingnya alam dan lingkungan, ” terangnya.
Dalam hal ini sambung Anis, untuk mengkonversi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, dengan mengajarkan kepada mereka betapa pentingnya alam dan lingkungan.
” Alasan kami memilih Kebun Raya sebagai lokasi diselenggarannya lomba, karena Kebun Raya yang dulu merupakan hutan lindung sangat tepat untuk dijadikan wisata pengenalan alam, ” terangnya.
Mengapa kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Raya menurut Anis, terdapat nuansa alam, dimana interaksi antara pohon dan alam bisa terasa. Dengan begitu, Dishut Sultra berharap anak-anak usia dini untuk lebih mencintai alam dan sekitarnya melalui lomba-lomba tersebut.
“Kita mulai dari anak muda dulu, anak usia dini. Sehingga persepsi dan pola pemahaman tentang alam masih terbawa hingga mereka dewasa nanti,” pungkasnya.







