Nikmati Jagung dan Kambewe di Lapak Tirta Rimba, Sajikan Suasana Hutan Alami

UfukNews.com, BAUBAU – Lapak Jagung Tirta Rimba adalah salah satu kawasan wisata kuliner tradisional Kota Baubau yang masih bertahan lebih dari 20 tahun terakhir. Lapak Jagung ini terletak di jalan Poros Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.

Lapak Tirta rimba ini menawarkan makanan khas jagung rebus segar dan Kambewe. Untuk diketahui, Kambewe adalah makanan khas Buton yang terbuat dari jagung, dan kelapa. Kambewe terbagi menjadi dua. Kambewe putih dan Kambewe merah.

Bacaan Lainnya

Kambewe gula menggunakan gula merah, sedangkan Kambewe putih tidak menggunakan gula merah. Selain itu, para pedagang di Tirta Rimba inj juga menawarkan jagung muda mentah yang terikat untuk pembeli yang lebih suka memasak langsung di rumah sendiri.

Menariknya, para pengunjung yang singgah menyantap jagung dan Kambewe di lapak Tirta Rimba ini akan merasakan sensasi hutan yang alami. Sebab, kawasan ini masih terjaga jajaran pohon tinggi berumur ratusan tahun. Bunyi gemercik air jatuh dan air yang mengalir. Jangkrik-jangkrik yang berdenging.

Kebersihan lokasi ini juga terjaga dan rutin dibersihkan oleh para pedagang setempat. Suasana alami bak hutan memberikan suhu yang sejuk bagi para pengunjung. Bahkan terik matahari di siang bolong tidak mengubah kesejukan tempat ini.

Pedagang yang ramah dan suasana yang alami menjadikan Lapak Jagung ini sebagai simbol wisata kuliner dengan mengangkat kesederhanaan dan kealamian Kota Baubau.

  Kurang lebih, ada 7 pedagang yang melapor di kawasan air jatuh Tirta Rimba itu. Sampai hari ini, pemerintah Kota Baubau telah membangun pondok-pondok untuk menjadi lapak para pedagang jagung itu.

Salah seorang pedagang Jagung Tirta Rimba, mama Ani mengungkapkan, pihaknya setiap hari berdagang. Dan jualan mereka berjalan sepanjang tahun, sebab mereka selalu mendapat stok jagung dari berbagai wilayah Buton.

“Selama ini jagungnya ada terus. Biasanya datang dari Raha, Kamaru, Kambowa, Todanga, Wakuli, dan daerah lain,” ungkapnya.

Jagung muda rebus biasa dijual dengan harga Rp 10 ribu untuk enam buah. Sedangkan Kambewe Rp 10 ribu untuk 7 buah.

Sampai hari ini, Jagung dan Kambewe Tirta Rimba ini masih jadi primadona wisatawan dan warga Kota Baubau. Sebab, rasa khas Kambewe buatan ibu-ibu di wilayah Waruruma itu sulit tergantikan dan ditemukan di area lain di Kota Baubau.

Mama Ani mengaku, pihaknya sudah menjual jagung di kawasan Tirta Rimba sejak tahun 1999. Kala itu, para pedagang menjajakan dagangannya dengan lapak seadanya yang dibuat secara tradisional.

“Kami buka dari pukul 7 pagi sampai pukul 17.30. Kalau cepat habis, cepat juga kita pulang. Alhamdulilah, di hari biasa saya mendapatkan Rp 100 ribu. Di hari libur saya bisa mendapatkan sekitar Rp 150 ribu,” paparnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *