UfukNews. Com, KENDARI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memaksimalkan program strategis di masa kepemimpinan Gubernur Sultra H Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra H Lukman Abunawas dengan akronim AMAN.
Tekad, DPMD Sultra dibawah komando I Gede Panca untuk memastikan program strategis AMAN berjalan sesuai visi misi dalam pembangunan desa dan kelurahan di Bumi Anoa, pihaknya terus melakukan tugasnya dengan apik sesuai kewenangan.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata itu mengaku, tata kelola aset dan keuangan desa saat ini masih belum maksimal. Sehingga perlu dioptimalkan guna mewujukan tata kelola Pemdes menuju good village governance.
“Saat ini, penataan administrasi di tingkat desa dan kelurahan itu masih lemah. Misalnya, pengarsipan aset dan keuangan desa, tidak ada datanya. Jadi kita mendata aset, keuangan, aparatur dan lembaga ekonomi pemerintahan desa tersebut, datanya belum maksimal,” terang Panca sapaan akrabnya beberapa waktu lalu.

Alasannya, output dari hasil pendataan dan perbaikan tata kelola aset dan keuangan desa itu, akan menjadi bahan analisis program kerja Pemdes ke depannya. “Kami akan mengundang seluruh Pemdes untuk mengetahui apa saja kelemahan dalam pendataan aset desa. Sebab, sangat banyak bantuan turun ke desa, namun tidak ada datanya. Lalu, aset apa saja yang dibangun dan dikembangkan untuk produktivitas desa. Inilah yang akan kita data dan benahi dulu,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan capaian program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), pihaknya terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan dengan Pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Dinas PMD Sultra La Ode Muhammad Sya’ban Hidayat Rasjid mengatakan, saat ini Pemprov Sultra memfokuskan sinkronisasi program pada 3 hal diantaranya, tata kelola keuangan desa, pembuatan batas desa, dan penataan administrasi desa.
“Khusus untuk tahun 2023 bidang pembinaan desa ini sudah beberapa kali melakukan pembinaan. Terkait dengan batas desa ini yang sementara kita kejar sekarang karena tuntutan juga dari pemerintah pusat,” katanya, Selasa (27/6/2023).
“Kami sudah melakukan pembinaan keuangan juga, dan tata kelola administrasi desa. Kami dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di Provinsi sudah melakukan pembinaan beberapa kabupaten walaupun jumlah desanya tidak terlalu banyak yang kami kunjungi karena keterbatasan waktu tapi paling tidak kami bisa melakukan sinkronisasi program dengan Kabupaten/Kota dalam 3 hal tersebut,” sambungnya.
Untuk lebih maksimal dalam pengimplementasiannya, selain memaksimalkan 3 program di atas saat ini juga Pemrov Sultra tengah mempersiapkan tenaga pelatih dalam mendukung program-program pemerintah pusat.
“Sekarang pemerintah Provinsi juga sedang menyiapkan tenaga pelatih untuk mendukung program nasional. Dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur desa,” tuturnya.







