Foto Sekda Sultra Drs. H. Asrun Lio, M.Hum. PhD bersama tim saat melakukan sidak pasar.
UfukNews. Com, KENDARI – Gejolak harga pangan khususnya beras menjadi
perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan adanya hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur
Sulawesi Tenggara (Sultra) mengerahkan kekuatan penuh untuk mengoptimalkan hal tersebut. Semua tim inti Pemprov Sultra diturunkan untuk menstabilkan harga beras. Tidak hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Urusan Logistik (Bulog) turut dirangkul.
Dimana tim kekuatan tersebut diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan hingga Biro Ekonomi Pemprov Sultra rutin turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar dan ritel di Kendari. Bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemerintah memastikan ketersediaan beras dan mencegah terjadinya lonjakan harga.
Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto menjelaskan, stok beras SPHP masih aman pada titik yang dipantau. Dimana pihaknya melakukan pengecekan lokasi yakni Pasar Sentral Kota Kendari, Adel Grosir Pasar Kota
Lama, Pasar Tradisional Mandonga, dan
Pasar Tradisional Anduonohu.
“Hasil temuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID ) mencatat bahwa pada setiap lokasi, pedagang beras baik kios Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ( SPHP ) maupun pedagang beras lainnya tersedia beras SPHP,” ungkap Andap.
Kata Andap, Beras SPHP adalah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama Perum Bulog. Dengan tujuan, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras serta mengendalikan inflasi yang fokus pada penyediaan beras dengan harga terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah.
“Beras SPHP merupakan beras yang disediakan oleh pemerintah untuk dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, dibandingkan dengan harga pasar umumnya. Program ini bertujuan, untuk mencegah gejolak
harga beras yang dapat mempengaruhi
kestabilan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat,” jelasnya.
Sambungnya, Beras SPHP tersedia di berbagai tempat, termasuk pasar tradisional, ritel modern, outlet Perum Bulog, Pemerintah Daerah, hingga beberapa oko lainnya yang menjadi mitra downline Perum Bulog. Program ini dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Bulog distribusikan pasokan beras
SPHP secara rutin, sesuai jadwal yang di
sebar ke seluruh pasar tradisional yang
ada di kota Kendari dengan frekuensi
sekali dalam sepekan,” terangnya.
Adapun penyaluran beras SPHP Andap menambahkan, dimulai dari pasar sentral kota pada Senin. Esoknya, pasar Panjang dan pasar Mandonga hari berikutnya. Kamis, giliran pasar Baruga. Pasar PKL dan pasar Wayong pada Jumat dan Sabtu. Sementara pasar Anduonohu pada Sabtu dan Minggu.
“Dari hasil peninjauan lapangan secara langsung pada satu titik grosir dan
3 (tiga) pasar yakni Pasar Sentral Kota,
Pasar Mandonga dan Pasar Anduonohu
bahwa stok beras SPHP tersedia di
setiap pedagang beras. Kita berharap
inflasi di Sultra tetap terkendali dan
harga dapat terjangkau masyarakat,” tutupnya. (Rls).







