SKUI Minta Pj. Walikota Baubau Evaluasi Kinerja Kadis Perindag 

UfukNews. Com, BAUBAU – Setelah beredarnya vidio berdurasi kurang lebih satu menit, dimana pada kegiatan sembako murah beberapa hari yang lalu. Pada saat itu, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Baubau meneriaki salah satu masyarakat dengan kata ” Pencuri “. Hal tersebut mendapat kritikan miring dari beberapa masyarakat dan aktivis di Kota Baubau.

Kritikan miring dan keras tersebut, juga dilontarkan oleh Satuan Karya Ulama Indonesia ( SKUI ) Kota Baubau, dimana melakukan aksinya di depan Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau (07/03/2024).

Koordinator Lapangan Satuan Karya Ulama Indonesia ( SKUI ) Kota Baubau Andi Putra mengatakan, setelah berakhinya masa pandemi firus corona, kini kita memasuki tahap firus inflasi yang diperkirakan sangat berbahaya hal diataranya kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (SEMBAKO).

” Hal ini tidak terlepas dari tugas pemerintah bagaimana agar harga sembako ini, tidak megalami kenaikan hampir setiap bulannya. Kehadiran Pj Walikota yang sebelumnya kita menaruh harapan bisa mengatasi hal tersebut, ternyata hanya isapan jempol saja, ” imbuhnya.

Sambung Andi Putra, program andalan pasar murah bukan solusi malah menjadi masalah baru dengan antrian panjang dan tidak dapat menekan harga Sembilan Bahan Pokok (SEMBAKO) atau bisa di istilakan Pasar Murah Seminggu menjadikan Pasar Mahal Seumur Hidup. Ditambah lagi, dengan rencana Pemerintah Kota Baubau yang rencananya menaikan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dan Pajak Bumi Bangunan ( PBB ) serta Tarif Layananan Kesehatan berakibat semakin mempersulit kehidupan masyarakat.

” Saat ini, kita menghadapi bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan yang seharusnya memudahkan kita, akan tetapi virus inflasi tiba tiba melanda daerah yang membuat masyarakat berpenghasilan kecil sulit untuk melangsungkan kehidupan sehari-hari, ” timpalnya.

Lanjutnya, oleh karena itu, Pemerintah harus berperan pro aktif untuk menghilangkan problem yang paling fundamental saat ini. Seharusnya, dengan hadirnya pemerintah Kota Baubau dengan membawa program pasar murah, malah menjadi sesuatu yang memalukan bagi pemerintah Kota Baubau. Pasalnya, adanya seorang Kepala Dinas (Kadis ) yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) PERINDAG yang meneriaki seorang warga dengan kata ‘PENCURI’ .

” Ini adalah hal yang paling memalukan bagi seorang pucuk pimpinan Kota Baubau yakni Walikota Baubau tidak mengambil sikap mengenai tindakan kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau. Oleh karena itu kami dari Satuan Karya Ulama Indonesia (SKUI) Kota Baubau, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perindag Kota Baubau. Sehingga kami meminta kepada Pj. Walikota Baubau untuk mengevaluasi Kadis Perindag Baubau, ” tegasnya.

Ia mengomentari, jika Pj. Walikota Baubau tidak mampu menurunkan harga Sembako, maka segera angkat kaki dari Kota Baubau

” Kami meminta DPRD Kota Baubau untuk kembali bertemu dengan Mendagri RI untuk melakukan evaluasi Pj. Walikota Baubau yang dinilai lambat mengurus pemerintahan. Kami juga meminta kepada DPRD Kota Baubau sebagai lembaga pengawasan agar segera memanggil dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau karena melontarkan kata yang tidak layak untuk masyarakat yang sedang mengantri Sembako, ” tuntasnya. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *