UfukNews. Com, MOROWALI – Salah satu Perusahaan PT. Raihan Catur Putra (RCP) menginvasi kebun warga. Perusahaan yang telah berstatus Penanaman Modal Asing ( PMA) sejak 2021 tersebut, berusaha mengambil kebun warga yang terletak di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir (Bungser), Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam penelusuran awak media, salah satu personil PT. RCP Teddy mengungkapkan, bahwa kegiatan yang berlangsung diwilayah desa Torete tersebut dilaksanakan langsung oleh Join Ekslusif PT. Teratai Bumi Sultra (TBS) asal Sulawesi Tenggara (Sultra).
“ Saya tidak bisa mengambil keputusan karena JO kami TBS yang diserahkan untuk melaksanakan semua kegiatan. Saya juga hanya karyawan di RCP, dan bos kami ( Direkturnya ) masih di Cina untuk melakukan operasi, dan saya hanya legal hukum RCP,” ujar teddy saat dikonfirmasi via handphone, senin (11/03/2024) .
Sambung Teddy, perusahaannya sudah PMA ,dan Ia sendiri yang mengganti kepemilikan saham serta sudah di kuasai oleh direktur mister Wang.
” Perusahaan ini sudah legal hukumnya, bukan lagi PMDN,” tutup teddy, kepada awak media.
Sementara itu, terpisah saat dikonfirmasi salah satu warga desa Torete Roy menjelaskan, PT. Raihan Catur Putra (RCP)
ini, telah melakukan kesalahan besar dengan menginvasi kebunnya tanpa melakukan revisi data kepemilikan sebelum melakukan kegiatan.
“ Saya sudah telusuri perusahaan ini, dimana Perusahaan ini berstatus Perusahaan Modal Asing (PMA). Dimana, kegiatannya juga sungguh mencurigakan, buktinya baru masuk sosialisasi, kok langsung jual ore nikel sebanyak delapan tongkang, ” bebernya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Torete Firna membenarkan adanya tindakan mencurigakan aktifitas PT. Raihan Catur Putra (RCP) yang sangat mencurigakan dan sudah jelas merugikan masyarakat mempunyai lahan disini.
” Aktifitas mereka mencurigakan, hanya mau merusak kebun warga dan mengambil manfaat untuk kepentingan perusahaan (korporasi) yang tidak berprikemanusiaan,” jelas Firna usai melakukan pemalangan jalan hauling miliK PT IJM didesa Torete, yang saat ini dipakai oleh PT RCP untuk meloloskan ore nikel. (13/03/2024).
Saat awak media ini mencoba menelusuri kepada beberapa warga desa kemana ore nikel itu dilabuhkan, terungkap dalam surat olah gerak yang didapatkan dilapangan, bahwa ore nikel itu berlabuh di wilayah Smelter Jetty PT. Baoshuo Taman Industry Invesment Group (BTIIG) Morowali dalam data tersebut ore itu milik PT RCP.
Dalam penelusuran itu juga terungkap, bahwa salah satu komisaris PT. RCP Koriun Torus, merupakan pengusaha asal Rusia dan memiliki saham Di Blackspace LTD. Gruop perusahaan tambang asal Rusia blacspace sendiri, memiliki anak perusahaan di Sulawesi Tenggara yakni PT. Surya Saga Utama (SSU), perusahaan smelternya terletak di Lampangi Jaya, Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Propinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra).
Di kabarkan anak perusahaan Blacspace PT. SSU sudah tidak beroperasi sejak Tahun 2017, dan telah melakukan wansprestasi hal ini tercatat dalam surat putusan mahkama agung, kejagung Nomor : 726 k/Pdt.Sus-PHI/2020.
Gagal bayar (disingkat galbay). atau wanprestasi adalah suatu keadaan di mana seorang debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian utang piutang yang dibuatnya. Misalnya tidak melakukan pembayaran angsuran ataupun pelunasan pokok utang sesuai dengan kesepakatan termasuk melakukan pelanggaran atas persyaratan kredit sebagaimana diatur di dalam kontrak.
Dalam Data Modi Minerba Esdem juga terungkap salah satu direktur PT.RCP yakni Wang yang merupakan pengusaha asal cina, ia juga merupakan pemilik saham di wilayah Smelter BTIIG Morowali Desa Topogaru.
Berstatus PMA , PT. RCP Invasi Kebun Warga, Salah Satu Komisarisnya Personil Blackspace Asal Rusia
UfukNews. Com, MOROWALI – Salah satu Perusahaan PT. Raihan Catur Putra (RCP) menginvasi kebun warga. Perusahaan yang telah berstatus Penanaman Modal Asing ( PMA) sejak 2021 tersebut, berusaha mengambil kebun warga yang terletak di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir (Bungser), Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam penelusuran awak media, salah satu personil PT. RCP Teddy mengungkapkan, bahwa kegiatan yang berlangsung diwilayah desa Torete tersebut dilaksanakan langsung oleh Join Ekslusif PT. Teratai Bumi Sultra (TBS) asal Sulawesi Tenggara (Sultra).
“ Saya tidak bisa mengambil keputusan karena JO kami TBS yang diserahkan untuk melaksanakan semua kegiatan. Saya juga hanya karyawan di RCP, dan bos kami ( Direkturnya ) masih di Cina untuk melakukan operasi, dan saya hanya legal hukum RCP,” ujar teddy saat dikonfirmasi via handphone, senin (11/03/2024) .
Sambung Teddy, perusahaannya sudah PMA ,dan Ia sendiri yang mengganti kepemilikan saham serta sudah di kuasai oleh direktur mister Wang.
” Perusahaan ini sudah legal hukumnya, bukan lagi PMDN,” tutup teddy, kepada awak media.
Sementara itu, terpisah saat dikonfirmasi salah satu warga desa Torete Roy menjelaskan, PT. Raihan Catur Putra (RCP)
ini, telah melakukan kesalahan besar dengan menginvasi kebunnya tanpa melakukan revisi data kepemilikan sebelum melakukan kegiatan.
“ Saya sudah telusuri perusahaan ini, dimana Perusahaan ini berstatus Perusahaan Modal Asing (PMA). Dimana, kegiatannya juga sungguh mencurigakan, buktinya baru masuk sosialisasi, kok langsung jual ore nikel sebanyak delapan tongkang, ” bebernya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Torete Firna membenarkan adanya tindakan mencurigakan aktifitas PT. Raihan Catur Putra (RCP) yang sangat mencurigakan dan sudah jelas merugikan masyarakat mempunyai lahan disini.
” Aktifitas mereka mencurigakan, hanya mau merusak kebun warga dan mengambil manfaat untuk kepentingan perusahaan (korporasi) yang tidak berprikemanusiaan,” jelas Firna usai melakukan pemalangan jalan hauling miliK PT IJM didesa Torete, yang saat ini dipakai oleh PT RCP untuk meloloskan ore nikel. (13/03/2024).
Saat awak media ini mencoba menelusuri kepada beberapa warga desa kemana ore nikel itu dilabuhkan, terungkap dalam surat olah gerak yang didapatkan dilapangan, bahwa ore nikel itu berlabuh di wilayah Smelter Jetty PT. Baoshuo Taman Industry Invesment Group (BTIIG) Morowali dalam data tersebut ore itu milik PT RCP.
Dalam penelusuran itu juga terungkap, bahwa salah satu komisaris PT. RCP Koriun Torus, merupakan pengusaha asal Rusia dan memiliki saham Di Blackspace LTD. Gruop perusahaan tambang asal Rusia blacspace sendiri, memiliki anak perusahaan di Sulawesi Tenggara yakni PT. Surya Saga Utama (SSU), perusahaan smelternya terletak di Lampangi Jaya, Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Propinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra).
Di kabarkan anak perusahaan Blacspace PT. SSU sudah tidak beroperasi sejak Tahun 2017, dan telah melakukan wansprestasi hal ini tercatat dalam surat putusan mahkama agung, kejagung Nomor : 726 k/Pdt.Sus-PHI/2020.
Gagal bayar (disingkat galbay). atau wanprestasi adalah suatu keadaan di mana seorang debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian utang piutang yang dibuatnya. Misalnya tidak melakukan pembayaran angsuran ataupun pelunasan pokok utang sesuai dengan kesepakatan termasuk melakukan pelanggaran atas persyaratan kredit sebagaimana diatur di dalam kontrak.
Dalam Data Modi Minerba Esdem juga terungkap salah satu direktur PT.RCP yakni Wang yang merupakan pengusaha asal cina, ia juga merupakan pemilik saham di wilayah Smelter BTIIG Morowali Desa Topogaru.







