UfukNews. Com, BUTON – Dalam acara ta’zia malam ketujuh wafatnya almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara, Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi mengungkapkan, Almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara, adalah sosok motivator dan nasihat ibunda senantiasa mengilhami serta sebagai pedoman dirinya dalam memimpin Sulawesi Tenggara, (14/10/2021).
” Semua nasehat sang ibunda almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara , layaknya pedoman yang memandu gerak langkahku, dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat dan daerah Sultra,” beber Ali Mazi.
Kata Ali Mazi, ibunda ( Almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara ), adalah sosok motivator. Dimana, ibunda terus memberikan dorongan, motivasi, serta nasehat kebaikan dalam mengarungi dan menghadapi semua persoalan hidup.
“Khusus kepada saya pribadi sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, beliau ( Almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara ), terus memberikan petuah serta nasihat. Apalagi sejak saya terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara dari periode pertama (2003 – 2008) dan periode kedua saat ini (2018 – 2023), beliau selalu memberikan petuah agar selalu menjalankan tugas pengabdian dengan jujur, ikhlas, tekun, dan ulet,” ungkap Ali Mazi.
Sambungnya, seluruh nasehat (Almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara ), selalu mengilhami dan mengawal gerak langkahnya. Terutama dalam melaksanakan tugas sebagai seorang Gubernur Sultra, serta mengabdikan diri kepada masyarakat, daerah Sultra, bangsa dan negara.
” Ibunda Almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara, adalah seorang ibu yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat luar biasa. Ibu yang mengandung, berjuang melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh keihklasan, kesabaran, dan penuh kasih sayang,” terangnya.
Tambahnya, beliau adalah panutan sejati, dengan segala keterbatasan pada saat itu. Terlebih sepeninggal sang ayah yang telah lebih dahulu dipanggil sang pencipta, beliau dalam suka dan duka terus sabar membimbing anak-anaknya. Agar menjadi orang yang sukses dan dapat bermanfaat bagi keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan negara.
” Siapapun pasti merasa bersedih dan tidak mudah menerima kenyataan kehilangan orang yang kita cintai. Secara pribadi, merasakan betapa sedih dan beratnya kehilangan. Terlebih sebelumnya pada bulan Juli lalu, istri tercinta, almarhumah Agista Ariany Bombay, juga dipanggil oleh sang khaliq,” imbuhnya.
Kehilangan dua sosok penting dalam hidup urai Ali Mazi adalah ujian yang amat berat. Namun, Ia tidak bisa terus larut dalam kesedihan. Sebab dirinya masih mempunyai tanggung jawab besar, sebagai orang tua bagi anak-anaknya. Sebagai kakak dari adik-adiknya, dan tanggung jawab sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.
“Saya harus tetap semangat menjalani kehidupan ini. Saya harus tegar dan terus konsentrasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh orang tua, masyarakat Sulawesi Tenggara, dan pemerintah kepada saya,” tandasnya.
Di penghujung sambutannya, Gubernur Sultra, H. Ali Mazi mengharapkan dukungan semua komponen masyarakat, agar terus memberikan dukungannya. Sehingga Ia sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Ia juga memohon doa dan permintaan maaf dari seluruh keluarga dan masyarakat Sultra, atas segala dosa dan kesalahan sang ibunda selama hidupnya. Kemudian rasa terima kasih yang setinggi-setingginya, kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak sang ibunda dirawat hingga pemakaman serta ta’ziah.
Perlu diketahui, ta’ziah hari ketujuh wafatnya sang ibunda di Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, juga acara ta’ziah ini juga digelar di kediaman ibunda Gubernur Sultra di Kendari.
Sejumlah tokoh dan pejabat publik yang hadir pada kesempatan ta’ziah malam ketujuh yakni anggota DPR Ri dari Sultra Hugua, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh beserta istrinya, dan perwakilan dari unsur Forkopimda Sultra.
Selain itu, sejumlah anggota DPRD Sultra juga hadir, antara lain La Ode Tariala, sejumlah bupati/walikota yakni Bupati Buton La Bakry, Walikota Baubau AS Tamrin, Bupati Buton Selatan La Ode Arusani, Bupati Muna Barat Ahmad Lamani, Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah, dan Bupati Wakatobi Haliana.
Sekretaris Daerah Sultra Nur Endang Abbas hadir langsung di kediaman ibunda di Kendari dan terhubung secara daring. Pimpinan lembaga vertikal juga hadir baik secara langsung maupun daring. Sejumlah kepala OPD lingkup pemprov turut hadir di Pasarwajo.
Tokoh masyarakat lainnya yang juga terlihat di acara tersebut antara lain mantan Bupati Buton Syafei Kahar dan Samsu Umar Abdul Samiun, serta mantan Wakil Bupati Buton Ali Laopa.
Ibunda Gubernur Sultra, Hj. Wanazia binti La Umara, berpulang ke rahmatullah pada Kamis malam, 7 Oktober 2021 lalu, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Bahteramas. Almarhumah wafat pada usia 80 tahun. (Adm)







