UfukNews. Com, KONSEL – Penanaman jagung pada lahan kering Kebun Percobaan (KP) Onembute, Konawe Selatan awal tahun 2022 ini tumbuh subur dan hijau royo-royo. Jagung yang dibudidayakan adalah varietas Lamuru, saat ini telah berumur 40 Hari Setelah Tanam (HST).
Kepala KP Onembute, Didik Raharjo, SP. menjelaskan terkait perlakuan teknologi pemupukan yang diterapkan dalam budidaya jagung varietas Lamuru pada lahan kering KP Onembute.
” Pupuk yang digunakan antara lain pupuk organik yaitu pupuk kandang sebanyak 2000 kg/ha dan anorganik yaitu Urea sebanyak 200 kg/ha dan pupuk majemuk NPK (15-15-15) sebanyak 300 kg/ha, ” urainya, (25/1/2022)
Lanjut Didik, secara rinci teknik aplikasi pemupukan tanaman jagung yaitu sebagai berikut, aplikasi pertama yaitu pemberian pupuk organik bersamaan saat pengolahan/perataan lahan.

” Kemudian saat tanaman jagung umur 7-10 HST atau saat jumlah daun sebanyak 3-4 helai, jumlah pupuk yang diaplikasikan yakni Urea 100 kg/ha dan NPK 100 kg/ha. Kemudian pemupukan kedua, umur 20-25 HST atau kondisi daun jumlahnya 6-8 helai maka jumlah pupuk urea 75 kg/ha dan NPK 100 kg/ha. Selanjutnya pelaksanaaan pemupukan ketiga, dilakukan pada umur 35-40 HST. Adapun jumlah pupuknya adalah urea sejumlah 50 kg/ha dan NPK yaitu 50 kg/ha, “terangnya.
Tambahnya, pemberian pemupukan anorganik pertama dilakukan dengan cara ditugal, jarak antara pupuk dan tanaman adalah 5 cm. Setelah pupuk dimasukkan ke dalam lubang tugal kemudian ditutup untuk menghindari penguapan. Sedangkan pelaksanaan pemupukan anorganik kedua dilakukan dengan cara ditabur di permukaan tanah dengan jarak 10 cm dari batang tanaman, kemudian dilaksanakan pembubunan.
“Pelaksanaan pembubunan berfungsi untuk menutup pupuk dan nantinya menopang berdirinya batang tanaman jagung. Pelaksanaan pemupukan anorganik ketiga sama dengan cara pemupukan kedua. Dengan tatacara pemupukan berimbang pada tanaman jagung, dengan harapan jumlah pupuk dan cara aplikasinya bisa mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Serta menghasilkan produktivitas, sesuai dengan target atau yang diharapkan, timpal Didik Raharjo saat ikut turun lapangan melihat pemberian pupuk, “pungkasnya.







