Balitbangtan Luncurkan Profil Climate Smart Agriculture Indonesia

UfukNews. Com, BOGOR – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) meluncurkan profil Climate-Smart Agriculture (CSA) Indonesia pada Kamis (27/1/2022). Peluncuran ini diselenggarakan secara virtual.

Dalam profil CSA merangkum informasi yang komprehensif mengenai pertanian nasional, dampak perubahan iklim, tantangan sektor pertanian. Serta kebijakan untuk mendukung pertanian cerdas iklim guna membantu petani mengatasi risiko dalam berusaha tani dan kerentanan iklim seperti banjir, kekeringan, dan badai.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sekretaris Balitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, mengapresiasi profil CSA yang lahir dari kolaborasi Badan Litbang Pertanian dengan organisasi internasional The Alliance of Bioversity International and International Center for Tropical Agriculture (CIAT), CGIAR Research Program on Climate Change, Agriculture and Food Security (CCFAS), dan World Bank.

“Profil CSA mencakup gambaran dari konteks dan tantangan pertanian di Indonesia, serta memberikan potret yang memungkinkan untuk peningkatan adopsi dari praktik pertanian cerdas iklim, ” papar Haris.

Tambahnya, berbagai data yang disajikan merupakan analisis berdasarkan kajian dan database yang dikombinasikan dengan wawancara ahli, survei, dan focus group discussion (FGD).

Sementara itu, Dr. Godefroy Grosjean, Global Lead dari CGIAR menjelaskan, dengan kolaborasi bersama Balitbangtan, dapat mengidentifikasi dan memahami lebih baik mengenai praktik pertanian cerdas iklim yang sudah dijalankan Indonesia dan belum dijalankan.

” Kita juga dapat menggali program yang akan memperkuat adaptasi dan mitigasi, serta mendukung produktivitas pertanian,” ungkap Dr. Godefroy Grosjean, Global Lead.

Senada dengan hal itu, Kepala BBSDLP Dr. Husnain mengatakan, bahwa profil CSA Indonesia dapat menjadi acuan bagi para pembuat kebijakan.

“Profil CSA dapat menjadi referensi dasar bagi pembuat kebijakan dan stakeholder dalam menyusun program di sektor pertanian untuk pertanian modern, ” jelas Dr. Husnain.

Diwaktu yang berbeda, Adam Savelli mengemukakan, Profil CSA dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan ketahanan iklim bagi petani kecil untuk meningkatkan pendapatan petani dan menjaga ketahanan pangan.

“Penerapan pertanian cerdas iklim dan teknologi varietas unggul, pertanian konservasi, efisiensi penggunaan air, pengendalian hama terpadu, dan layanan konsultasi digital ke petani menjadi kunci sukses pembangunan pertanian,” papar Adam Savelli dari CGIAR.

Adam menekankan, perlunya pengembangan usaha tani kecil, pengembangan kelompok tani, dan dukungan pembiayaan untuk membantu petani menghadapi tantangan di dunia pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan, Perubahan iklim menjadi isu yang mendapat perhatian dunia. Dalam berbagai kesempatan selalu mendorong inovasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

“Tantangan perubahan iklim harus dihadapi dengan program pertanian yang adaptif, presisi, dan melalui pemikiran konstruktif serta kolaborasi dengan berbagai pihak, ” tutup Syahrul Yasin Limpo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *