UfukNews. Com, BOGOR – Setelah Pengukuhan Profesor Riset Kementarian Pertanian, yang digelar Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jumat (28/01/2022), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta Profesor riset memberikan terobosan pembangunan Pertanian di Indonesia.
” Meskipun sektor pertanian masih tumbuh 1,31% pada triwulan III 2021, namun sektor ini tetap dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya. Utamanya dalam menyediakan bahan pangan pokok dari sumber produksi dalam negeri di tengah tantangan keterbatasan dan degradasi lahan, serta dampak dari perubahan iklim, ” Syahrul Yasin Limpo.
Ditengah tantangan keterbatasan, degradasi serta dampak dari perubahan iklim, Profesor Riset bidang pertanian perlu terus mencari langkah-langkah terobosan, dalam memitigasi dampak dari fenomena alam tersebut.
” Saya mengajak para peneliti, terutama Profesor Riset untuk menunjukkan karya terbaiknya dalam mensukseskan program peningkatan produksi pangan. Melalui dukungan inovasi teknologi, rancangan kelembagaan dan kebijakan yang tepat, ” tegasnya.
Sambungnya, Indonesia sangat membutuhkan banyak profesor, karena negara ini memiliki sumber daya alam yang lengkap. Kalau alam bagus dan orang banyak tinggal butuh science riset teknologi, dan keterampilan yang lebih lengkap. Apalagi dalam dua tahun ini, pertanian menujukkan kenaikan yang signifikan.
” Sistem inovasi pertanian bersifat unik dan berbeda, dengan sistem inovasi secara umum. Keunikan sistem inovasi pertanian terutama karena pengaruh faktor alam, sehingga kinerjanya akan bervariasi menurut ekosistem. Sehubungan dengan itu, tatanan kelembagaan sistem inovasi pertanian perlu mempertimbangkan keunikan tersebut, ” jelasnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, juga sangat mengapresiasi atas gagasan ketiga Profesor baru. Ia juga mengharapkan peneliti lainnya, dapat memberikan karya terbaiknya dan turut aktif berkontribusi, pada perencanaan program dan kebijakan serta implementasi pembangunan pertanian di Indonesia.
“Untuk ketiga profesor yang baru dikukuhkan harus ada kegelisahan. Dari kegelisahan tersebut, harus menciptakan kontribusi serta subangsih untuk kemajuan pertanian yang ada di Indonesia, ” tandasnya.
Sebelum menutup, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, Professor riset tidak boleh berpikirhanya untuk dirinya. Pemikiran-pemikiran inovatif dari para Profesor Riset, akan selalu ditunggu untuk turut berkontribusi pada perencanaan program dan kebijakan serta implementasi pembangunan pertanian.







