UfukNews. Com, KENDARI – Dikarenakan tertunda pemberangkatan selama enam jam, PT. Pelayaran Darma Indah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Imbas dari penundaan pemberangkatan Kapal Cantika Lestari 8 F, banyak penumpang yang turun dan meminta ganti rugi, (10/3/2022).
Dengan adanya penundaan pemberangkatan ini, penumpang kapal Cantika Lestari 8 F tujuan Kendari – Wa Ode Buri, batal berangkat sebanyak 20 orang. Sedangkan penumpang tujuan Kendari – Wakatobi yang batal berangkat sebanyak 100 orang penumpang.
Untuk harga tiket / orang tujuan Kendari – Wa Ode Buri Rp. 112.000, sedangkan untuk harga tiket / orang tujuan Kendari – Wakatobi Rp. 157.000. Sehingga jika ditotalkan keseluruhan kerugian yang dialami PT. Pelayaran Darma Indah sebesar Rp. 17. 940.000.
penanggung jawab PT. Pelayaran Dharma Indah, Sardif mengungkapkan, akibat dari penundaan pemberangkatan Kapal Cantika Lestari 8 F ini, pihaknya merasa rugi sebanyak puluhan juta rupiah.
” Dengan adanya penundaan pemberangkatan kapal Cantika Lestari 8 F, kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Banyaknya penumpang yang membatalkan keberangkatannya, dikarenakan tidak adanya kepastian jadwal resmi keberangkatan, ” timpalnya penuh kesal.
Sambungnya, sudah jelas dengan adanya pelarangan atau penundaan pemberangkatan, pihaknya merasa dirugikan. Untuk persoalan kapal mana yang akan penumpang naik, itu tinggal dikembalikan ke penumpang.
” Kalau mereka mau naik ke Kapal Cantika Lestari 8 F silahkan, begitupun sebaliknya. Akan tetapi yang terjadi, kapal kami ditunda keberangkatan dengan alasan yang tidak rasional. Hal paling mengherankan, kami diberikan izin untuk berlayar, namun harus membuat pernyataan untuk sekali jalan saja, ” bebernya.
Sardif menambahkan, terkait jadwal keberangkatan dan pelayaran kapal, mesti nya diatur sedemikian rupa. Sehingga tidak ada yang dirugikan dan merasa keberatan serta dianaktirikan.
“Kami merasa dirugikan hanya karena ada jadwal keberangkatan yang sama dengan kapal sebelah. Sedangkan pengaturan sebelumnya, tidak ada masalah dan keadaanya pun kondusif. Akan tetapi setelah perubahan seperti ini, baru terjadi riak dan ketimpangan, “pungkasnya.







