UfukNews.com.KENDARI– Tim Data Base Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan survey harga pangan pada bulan Ramadhan 1443 Hijriah yang dilaksanakan di beberapa titik lokasi pasar dikota kendari, Jumat, (08/04).
Survey ini dilakukan dalam rangka upaya untuk mendukung ketersediaan bahan pokok khusunya pangan, selain memonitoring harga survey ini juga untuk menjaga ketersediaan bahan pokok pangan serta kestabilan harga ditingkat konsumen eceran dan pengecer, yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan Provinsi Sultra.
Adapun data survey harga pokok ditingkat konsumen, diantaranya, bahan poko beras (premium dan medium), bahan kedelai biji kering, serta bumbu bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, telur ayam ras, daging sapi murni, daging ayam, telur ayam ras, gula pasir lokal, minyak goreng dan terigu.
Sementara itu, Koordinator Tim Database BPTP Sultra , Edi Tando, SP. MP. Mengatakan kegiatan survey pasar jelang enam hari Ramadhan sangat penting dilakukan hal ini guna memastikan kondisi nyata harga barang serta menjadi informasi valid harga barang pangan.
“Rata-rata harga pangan pokok di tingkat konsumen hingga memasuki hari ke enam Ramadhan 1443 H. masih mengalami kenaikan jika dibandingkan sebelum bulan puasa ramadhan” ungkap Edi Tando.
Dalam survei tersebut Edi mengungkapkan, dalam interaksi bersama salah satu pedagang pasar sentral Kota Lama, kendari barat Mardinah menyampaikan bahwa saat ini beberapa bahan pangan pokok mengalami kenaikan.
Bahan pangan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya: beras medium dari Rp. 8.000,- menjadi Rp. 9.000,- per liter, bawang merah dari Rp. 30.000,- menjadi Rp. 35.000,-, per kilogram cabe merah keriting dari Rp. 40.000,- menjadi Rp. 60.000,- per kilogram, gula pasir lokal dari Rp. 14.000,- menjadi Rp. 15.000,- per kilogram, minyak goreng dari Rp. 25.000,- menjadi Rp. 75.000,- terigu dari Rp. 12.000,- menjadi Rp. 13.000,- serta daging sapi murni dari Rp. 125.000,- menjadi Rp. 135.000,- per kilogram.
“ meskipun terjadi kenaikan harga pangan di tingkat konsumen (eceran), namun secara umum kondisi ketersediaan/stok bahan pangan di Kota Kendari masih dalam kategori stabil,” pungkas Edi Tando







