UfukNews. Com, KENDARI – Terhitung sejak bulan April hingga Bulan Agustus 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulawesi Tenggara telah menggagas Rumah Ibadah Tangguh Bencana. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulawesi Tenggara, Muh. Yusup, saat ditemui diruang kerjanya, (26/4/2022).
” Kami dari BNPB Provinsi Sulawesi Tenggara, telah menggagas Rumah Ibadah Tangguh Bencana. Rumah ibadah tangguh bencana ini, dibangun diseluruh Sulawesi Tenggara, ” jelasnya.
Lanjutnya, dibentuknya rumah ibadah tangguh bencana, karena tempat ibadah merupakan tempat yang aman saat terjadi bencana. Apalagi selama ini, sebagian masyarakat mengganggap bahwa jika sewaktu-waktu terjadi bencana hanya tempat ibadah yang bisa terlindungi dari bencana.
” Rumah Ibadah Tangguh Bencana ini mengenai persoalan keyakinan (religius) yang tidak bisa terbantahkan. Karena biasanya jika terjadi bencana diberbagai daerah, hanya tempat ibadah yang aman sebagai tempat perlindungan. Seringkali terjadi bencana dibeberapa daerah, hanya Masjid, Gereja, Pure dan Wihara yang aman dari bencana, ” bebernya.
Akan tetapi kata Yusup, bangunan yang bebas dari kebencanaan adalah bangunan yang didalamnya memenuhi unsur kebencanaan. Misalnya dari kontruksi bangunan yang tahan gempa, letaknya yang sangat strategis dan jauh dari pusat longsoran serta fasilitas yang ada di dalamnya. Misanya ada jalur evakuasi, ada alat peringatan dini dan sebagainya.
” Inilah gunanya rumah ibadah tangguh bencana, dimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat. Dimana sebagai sumple rumah ibadah yang berada di Kota Kendari, Kabupaten Muna dan Muna Barat. Seperti Pure dekat P2ID, Masjid Al-Alam, Masjid Al-Kautsar, Vihara di Kendari Beach. Kemudian Pure yang ada di Muna Barat, Masjid Loghia, ” terangnya.
Yusup menambahkan, Rumah Ibadah Tangguh Bencana Ini menjadi target sosialisasi dan edukasi sebagai rumah ibadah tangguh bencana.
” Pemikiran ini berangkat dari adanya Covid-19, dimana tempat ibadah menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19. Dimana ada keyakinan dari para jamaah bahwa kematia datangnya dari Tuhan dan bukan dari penyakit (Covid -19). Sehingga hadirlah takeline ” Rumah Ibadah Tangguh Bencana, “pungkasnya.







