UfukNews. Com, KENDARI – Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan, Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi menekankan pentingnya edukasi mengenai bencana.
Dalam peringatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH memimpin upacara yang dilaksanakan di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Selasa (26/4/ 2022).
” Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah momentum penting yang diselenggarkan setiap tanggal 26 April setiap tahunnya.
Ini sebuah hajat pemerintah sekaligus menjadi hajat bangsa, selaras dengan nafas UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang ditetapkan tanggal 26 April 2017, ” kata Ali Mazi.
Saat membacakan sambutan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., MM, Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi SH menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden RI. Ir. Joko Widodo pada pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2022 di Istana Negara, bahwa harus lakukan stimulus bencana secara rutin di daerah rawan bencana,” ujar
” Sesuai dengan sub tema Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini adalah Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana. Tema itu paralel dengan tema-tema peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana lima tahun terakhir,” jelasnya.
Kata Ali Mazi, adapun lima sub tema itu yakni ditahun 2017, adalah Membangun Kesadaran Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana. Tahun 2018, temanya Siaga Bencana Dimulai dari Kita, Keluarga dan Komunitas. Kemudian tahun 2019, temanya Perempuan sebagai Guru Siaga Bencana Rumah Menjadi Sekolahnya.
” Sedangkan ditahun 2020, Penanggulangan Bencana Urusan Bersama. Dan tahun 2021 adalah Latihan Membuat Kita Selamat dari Bencana. Semua itu menjadi acuan kita bersama dalam melaksanakan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022 ini. Sebagaimana arahan presiden pada Rakornas Penanggulangan Bencana yang baru lalu, ” terangnya.
Menurutnya, budaya sadar kebencanaan, harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat. Indonesia tangguh bencana harus dilakukan semua pihak.
“Tema Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana, hendaknya tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan harus implementatif. Karenanya Hari Kesiapsiagaan Bencana juga harus dibarengi langkah kongkrit pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini. Di luar itu, harus dibarengi peningkatan kapasitas lembaga dan SDM-nya,” jelasnya.
Sementara itu, saat ditemui Kepala BNPB Sultra Muh. Yusuf mengatakan,
Kegiatan hari ini, adalah yang menjadi agenda nasional dalam rangka hari kesiapsiagaan nasional yang dilaksanakan pada tanggal 26 April serentak diseluruh wilayah Indonesia pada pukul 10.00.
” Tujuan kegiatan ini, adalah bagaimana daerah siap dalam menghadapi bencana, baik itu bencana alam maupun bencana Tsunami ataupun lainnya, dengan slogan siap untuk selamat, ” imbuhnya.
Pada simulasi hari ini, kata Yusup, Sulawesi Tenggara memperlihatkan bahwa semua pihak siap berkolaborasi dalam penanganan bencana. Dimana tadi dalam simulasi ada Kepala Daerah berperan, bagaimana TNI/Polri, bagaimana Akademisi berperan, Pihak Kesehatan, SAR, BNPB serta media berkolaborasi dalam penanganan bencana alam.
” Satu hal yang harus diketahui, adalah bencana adalah urusan bersama. Sehingga diperlukan Komunikasi, koordinasi serta kolaborasi berbagai pihak dalam penanggulangan bencana yang ada di daerah, ” pungkasnya.
Untuk diketahui, Hari Kesiapsiagaan Bencana hadir pada acara itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang keseluruhannya diwakilkan, Pj. Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. Selain itu juga dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Yusup, SE., M.Si., Komandan Satuan Brimob Polda Sultra diwakilkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulawesi Tenggara La Ode Daerah Hidayat Illaihi.
Kadis Sosial Sultra Drs. Armunanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Sultra Dra. Hj. Andi Tenri Rawe Silondae, M.M.. Kepala Biro Hukum Sekretaris Derah Sulawesi Tenggara H. Kamari, SH, dan Kepala Pelaksana BPBD 17 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara.







