Menparekraf Kaget, Ternyata Kesultanan Buton Memiliki Mata Uang Bernama Kampua

Foto Wawan Erwiansyah saat memandu Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Limbo Wolio (8/6/2022)

UfukNews. Com, BAUBAU – Saat memandu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, selaku pemandu wisata Limbo Wolio, Wawan Erwiansyah menjelaskan, Menparekraf (Sandiaga Salahuddin Uno) kaget mengetahui bahwa Buton memiliki mata uang yang bernama Kampua.  Menparekraf (Sandiaga Uno) sendiri, baru tau ternyata Kesultanan Buton memiliki mata uang dari kain katun, (8/6/2022).

Bacaan Lainnya

 ” Rute yang telah kami sepakati untuk memandu Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, sebelumnya adalah Makam Sultan Murhum, Batu Wolio, Pusat Suvenir Wolio, Batu Popaua terakhir di Produk UMKM, ” beber Wawan Erwiansyah salah satu pemandu wisata Limbo Wolio, saat ditemui (8/6/2022).

Lanjutnya, setelah melihat aneka suvenir, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, berdialog dengan penyandang disabilitas. Kebetulan mereka memiliki produk UMKM dan ini yang mau dilihat oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

” Pada saat dialog, mereka (pelaku UMKM)  menyampaikan,  untuk UMKM sendiri lagi terkendala persoalan permodalan. Pada saat itu, Menparekraf (Sandiaga Salahuddin Uno ) berpesan, akan mengirim Tim untuk membahas bantuan permodalan,” terangnya.

Sambungnya, setelah ke Pusat Suvenir, selanjutnya Menparekraf ke Batu Popaua dan kemudian melihat UMKM. Setelah itu Menparekraf melanjutkan acara goes bersepeda mengelilingi Benteng Wolio.

“Respon saya senang saat memandu Menparekraf, apalagi waktu ia ( Sandiaga Uno) mendengar salah satu sistem pemilihan Sultan Buton, bahwasanya dipilih dan saya menjelaskan demokrasi tertua itu di Buton,” bebernya.

Sebelum menutup,  Wawan mengungkapkan, saat itu Ia menjelaskan kepada Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, bahwa Buton adalah satu – satunya kerajaan dan kesultanan di Nusantara yang memiliki UUD secara lengkap baik tertulis maupun lisan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *