Zainal Mustamin : Dasa Dharma Pramuka Bisa Dihubungkan dalam Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat

Foto, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara Zainal Mustamin, saat menutup kegiatan Pelaksanaan Perkemahan Madrasah tingkat Provinsi (PPMP) 2022, Senin (4/7/2022) malam di pondok pesantren Nahdlotul Ulum bumi perkemahan Cialam Jaya, Kabupaten Konsel, 

UfukNews. Com, KENDARI – Saat menutup kegiatan Pelaksanaan Perkemahan Madrasah tingkat Provinsi (PPMP) 2022, Senin (4/7/2022) malam di pondok pesantren Nahdlotul Ulum bumi perkemahan Cialam Jaya, Kabupaten Konsel, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Kemenag Sultra), Zainal Mustamin mengatakan, Dasa Dharma Pramuka bisa dihubungkan dan disederhanakan (Simplikasi) dalam Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat.

” Aplagi jika dibangun dengan karakternya, bisa disimplifikasikan kedalam Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi). Dalam gerakan Kemenag Sultra Bersahabat tersebut, penjabaran pengimplifikasiannya yaitu bersih dan religius, terinspirasi dari habluminallah atau hubungan dengan Tuhan. Santun harmonis, terinspirasi dari hubungan kemanusiaan yang selalu dijaga dan dipelihara, ” terangnya.

Sementara itu kata Zainal Mustamin, berbasis teknologi, sebagai respon kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan berbagai perkembangan alam dan seluruh isinya. Kemenag Sultra Bersahabat, sesungguhnya menginspirasikan dasa dharma Pramuka.

” Ada kekhasan dari perkemahan madrasah, jika dibandingkan dengan perkemahan sekolah. Perkemahan madrasah tidak hanya mengembangkan nilai intelektualitas, namun juga membangun spiritualitas dengan etika dan moralitas. Tidak sekedar membangun intelektual yang meraksasa, akan tetapi membiarkan etika dan moral kerdil atau stunting, namun pramuka Madrasah membangun keduanya secara seimbang,” jelasnya.

Dengan tetatanya etika, moralitas, spritual dan religius, Zainal Mustamin meminta agar aktivitas seperti ini harus dirawat dan dilaksanakan. Agar nilai-nilai intelektual yang dipelajari di sekolah dan nilai-nilai moralitas, dapat dibumikan dalam semangat 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara).

” Sehingga akan nampak dalam kekompakan bersama semua unsur yang hadir bersama untuk memberi support. Saya berharap agar kegiatan serupa, akan lebih besar lagi di waktu-waktu yang akan datang, ” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *