Waspada Karhutla, Dishut Sultra Bakal Bentuk Satgasus

Foto Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dan Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem (PH-KSDAE), Dinas Perhutanan Sultra, MN Dharma Prayudi saat ditemui diruang kerjanya, (02/02/2023)

UfukNews. Com, KENDARI – Mewaspadai terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di beberapa area hutan di Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Sultra berencana akan membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) dalam mengantisipasi kebakaran hutan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Sahid melalui Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dan Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem (PH-KSDAE), Dinas Perhutanan Sultra, MN Dharma Prayudi saat ditemui diruang kerjanya, (02/02/2023).

Bacaan Lainnya

” Imbas sering terjadinya kebakaran hutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra ) berencana membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus), sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Sulawesi Tenggara.

Sambungnya, ini sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda ) tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan salah satunya adalah pembentukan Satgasus.

” Pembentukan Satgasus ini nantinya, akan melibatkan beberapa OPD terkait yang akan di Nakhodai langsung oleh Gubernur Sultra H. Ali Mazi, ” imbuhnya.

Apalagi, perlu diketahu lanjut Dharma, pada tahun 2021 Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri, masuk dalam 10 besar Provinsi dengan kebakaran hutan tertinggi. Ada beberapa titik di Sultra yang perlu mendapat perhatian lebih terkait karhutla antara lain, Taman Nasional Rawa Aopa Kabupten Bombana, Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur, dan Bukit teletubis kabupaten Buton.

“Itu wilayah-wilayah yang sering terjadi (Karhutla) termasuk salah satunya di Kabupaten Konawe. Artinya kondisi hutan lokasinya seperti ditumbuhi rerumputan, alang-alang dan sebagainya yang rawan terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Dharma menambahkan, apalagi, Pemerintah Pusat telah meminta kepada Pemerintah Daerah Sulawesi, untuk waspada dan siap-siaga menghadapi ancaman karhutla.

” Selain pembentukan Satgasus, Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara ( Dishut Sultra ) gencar melakukan sosialisasi mengenai Karhutla ini ke masyarakat. Terlebih kepada masyarakat dan perusahan-perusahan yang berada di kawasan rawan terjadinya karhutla, ” terang Dharma.

Sebelum menutup, Dharma menambahkan, mengenai rawannya kebakaran hutan, pihaknya merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dimana pada tahun 2023 ini, BMKG memprediksi Indonesia memasuki musim kemarau yang diprakirakan akan dimulai pada bulan April – bulan Mei 2023 mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *