UfukNews. Com, BAUBAU – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH membuka secara langsung Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Mursenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024, Senin (20/3/2023) di Baubau.
Musrenbang ini, mengusung tema “Infrastruktur dan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kompetitif”. Kegiatan itu dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri yang diwakili Dirjen Bina Pembangunan Daerah Ir. Restuardi Daud MT dan Bapenas RI yang juga diwakili Direktur Perencanaan & Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Drs.Sumedi Andono Mulya Ph.D.
Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang RKPD ini merupakan, Musrenbang terakhir di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur bersama Wakil Gubernur Lukman Abunawas Periode 2018-2023.
” Penyelenggaraan Musrenbang RKPD ini, merupakan wujud komitmen untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antara perencanaan pusat dan daerah,” imbuhnya.

Dikatakannya bahwa hasil dari penyelenggaraan Musrenbang akan menjadi penyempurnaan dokumen perencanaan tahunan, yaitu Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD)Tahun 2024 harus di susun dengan sebaik-baiknya.
“Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan, permasalahan dan isu strategis yang masih dominan serta target dan tujuan sasaran pembangunan yang belum tercapai sampai dengan tahun 2023,” ucap Ali Mazi
Ia meminta kebijakan pembangunan yang terkait dengan pembangunan fisik, lebih diarahkan kepada kegiatan pemeliharaan atau rehabilitasi dan sedapat mungkin menghindari kegiatan pembangunan Infrastruktur baru.
” Ada empat aspek permasalahan dan isu strategis yang masih menjadi pembahasan utama dalam MUSRENBANG Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2024. Yakni isu pembangunan manusia, , Isu Inflasi, Ketahanan Pangan dan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, dan tata kelola pemerintahan, ” jelasnya.

Kata Ali Mazi, empat isu strategis ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua dalam melaksanakan perencanaan pembangunan hingga pelaksanaan program. Sehingga kinerja pemerintah dalam menghadapi isu strategis yang menjadi prioritas dapat dimujudkan dengan baik,” tutupnya.
Kegiatan Musrenbang tingkat Provinsi Sultra di Kota Baubau, Senin (20/3/2023), dirangkaikan penyerahan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang terbaik melaksanakan program pembangunan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra J.Robert, dalam sambutannya mengatakan, penyusunan RKPD Sultra tahun 2024 berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-Undang Otonomi Daerah.
” Musrenbang ini sebagai wadah untuk menyelaraskan pembangunan pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemprov Sultra juga sebagai upaya mensinergikan pembangunan antar tingkatan pemerintahanan, ” imbuhnya.

Lanjut J. Robert, dalam tahapan penyusunan telah diawali dengan beberapa kegiatan diantaranya forum konsultasi publik, Rakortek Nasional dan Rakortek tingkat Provinsi.
” Seluruh rangkaian tahapan telah dilaksanakan oleh 17 Kabupaten Kota di Sultra yang dimulai 4 sampai 18 Maret 2023, ” ulasnya.
Acara Musrenbang tingkat Provinsi Sultra dirangkaikan penyerahan (AMPL) Award kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah berkinerja baik dalam pencapaian target air minum dan sanitasi, serta memiliki terobosan dan inovatif yang nyata dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD Tahun 2024 Oleh Gubernur Ali Mazi
Selain perwakilan pemerintah pusat, turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR RI, dan Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, yang sempat hadir Anggota Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabinda Sultra, Kepala BNN Provinsi Sultra, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Sultra, Dan Lanal Kendari, Dan lanud Halu Oleo, Bupati/Walikota se-Sultra, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Sultra, Anggota Forkopimda Kota Baubau, Para Narasumber, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, Para Pimpinan Instansi Vertikal Di Wilayah Sultra, Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Para Pimpinan Perbankan, Dunia Usaha dan Lembaga Donor.
Untuk diketahui, Penilaian AMPL Award dilaksanakan berdasarkan tiga kriteria:
- Besarnya gap akses Air Minum dan Sanitasi layak yang berhasil ditutup dalam dua tahun terakhir;
- Besarnya alokasi APBD dalam investasi dan pemeliharaan infrastruktur Air Minum dan Sanitasi;
- Inovasi dalam pengelolaan kelembagaan dan regulasi pembangunan Air Minum dan Sanitasi yang berkelanjutan.
Penilaian AMPL Award dilakasanakan dalam dua tahap:
- Penilaian terhadap dokumen pendukung pelaksanaan air minum dan penyehatan lingkungan di daerah masing-masing.
- Penilaian lapangan untuk dua kabupaten atau kota terbaik .
Hasil penilaian Tim AMPL Award yang dipimpin langsung oleh Kepala BAPPEDA Prov. Sultra memutuskan tiga terbaik :
- Terbaik I, Kota kendari
- Terbaik II, Kabupaten Kolaka
Terbaik III, Kabupaten Wakatobi.







