UfukNews. Com, KENDARI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari menggelar Workshop mengandeng Lembaga Adat dan Akademisi dalam Forum Komunikasi Lembaga Adat (FORKOMLA) di Hotel Qubah 9, kegiatan ini digelar selama tiga hari sejak tanggal 19 – 22 Maret 2023 dan diikuti oleh beberapa Paguyuban Lembaga Adat yang ada di Kota Kendari.
Saat ditemui (21/3/2023), Ketua Forum komunikasi lembaga adat (FORKOMLA) Dr. Alamsyah lotunani, MSi mengatakan, kegiatan pada hari ini adalah workshop dari forum komunikasi lembaga adat ( Forkomla) dalam mencari nilai nilai budaya bersama kota Kendari.
” Jadi kita tahu bahwa masyarakat Kendari ini yang multi etnis yang kini kita catat kurang lebih 40 lembaga adat atau paguyuban. Inilah yang kita coba diskusikan untuk memberikan masukan tentang nilai budaya nya masing masing, ” terang Alamsyah Lotunani.
Setelah itu kata Alamsyah lotunani, pihaknya akan merekab dan akan analisis bersama pakar pakar ilmu budaya khusus nya di UHO. Dalam hal ini, untuk mempersatukan nilai nilai budaya bersama kota Kendari.
” Setelah menganalisis serta membahas bersama akademisi, insya Allah kita akan lanjutkan untuk mengajukan ke Pemerintah Daerah yang nantinya menjadi sebuah peraturan daerah dan itu menjadi patokan bagi seluruh masyarakat Kendari menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku, ” imbuhnya.
Dimana, sambungnya, nilai bersama tersebut, akan dijadikan Peraturan Daerah (Perda). Dengan adanya Perda tersebut, Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkomla) akan memperbaiki secara kelembagaan. Karena nantinya, forum inilah yang akan bekerja untuk melakukan komunikasi terhadap seluruh lembaga adat.
” Dalam organisasi Forum Komunikasi Lembaga Adat ( Forkomla) ini, terbagi dalam beberapa bidang. Contohnya bidang komunikasi dan ada juga bidang yang menyelesaikan persoalan konflik. Nantinya jika terjadi konflik antar suku, bidang ini yang akan melakukan identifikasi dan mencoba menyelesaikan persoalan. Namun jika konflik antara pribadi atau perseorangan, maka akan diserahkan kepada pihak kepolisian, ” jelasnya.
Alamsyah lotunani menjelaskan, dalam Forkomla ini ada satu bidang pengembangan nilai nilai budaya. Bidang ini yang mengemas keragaman budaya ini bisa dikemas menjadi suguhan (dilihat oleh masyarakat luas) khusnya masyarakat di Kota Kendari dimana masing masing etnis ini bisa melihat seperti apa budaya nya.
” Jadi ending kegiatan ini, adalah mencari nilai nilai bersama. Dalam menelusuri nilai nilai ini, tentunya ada tahapan nya. Pertama, kita mengharapkan masukan secara konstruktif apasih yang dimaksud nilai nilai budaya, ” urainya.
Ia menambahkan, selaku ketua Forum Komunikasi Lembaga Adat, Ia menyampaikan materi Forkomla ini akan melakukan penelusuran terhadap nilai bersama. Dengan menciptakan strategi pemajuan kebudayan dan yang terakhir membahas mengenai hukum adat. Dari semua materi tersebu, dirangkum dengan rapat bersama dan merumuskan nilai nilai adat dan budaya.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari
Hj. Fauziah A. Rachman, SE, MSi melalui Kepala Bidang Budaya Isjand Rolan, MM mengatakan, pelaksanaan Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkomla) pada hari ini, dasarnya adalah undang undang nomor 11 tahun 2010 , tentang cagar budaya undang undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayan. Serta peraturan daerah kota Kendari nomor 5 tahun 2022 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Kendari tahun anggaran 2023.
” Serta Surat keputusan Wali Kota Kendari nomor 234 tahun 2023, tentang pembentukan panitia narasumber, pemateri dan moderator kegiatan workshop forum komunikasi lembaga adat di kota Kendari, ” imbuhnya.
Dimana kata Isjand Rolan yang juga merupakan ketua Panitia Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkomla) kegiatan ini, tujuannya menciptakan hubungan persaudaraan yang lebih baik di antara berbagi macam etnis atau suku dan adat istiadat di kota Kendari yang berkedudukan di kota Kendari.
” Yang kedua dapat saling menghormati sesama anggota masyarakat, dan saling menghargai saling mempererat tali persaudaraan diantara mereka melalui lembaga adat dan paguyuban masing masing, ” harapnya.
Sambungnya, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari lembaga lembaga adat paguyuban dan lembaga adat yang ada. Dengan pelaksanan nya selama tiga hari. Dengan Pemateri dari ketua Forum Komunikasi Lembaga Adat ( Forkomla) dan akademisi.
” Harapan besarnya dengan adanya forum komunikasi lembaga adat ini, dapat mempersatukan semua organisasi atau paguyuban yang ada. Serta saling mempererat tali persaudaraan dan bisa menampilkan budaya budaya khusus nya Nusantara, ” pungkasnya.







