Dishut Sultra Rencanakan Rehabilitasi 25 Hektare Lahan Mangrove

UfukNews.Com, KENDARI – Dinas Kehutanan (Dishut) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun ini, berencana melakukan rehabilitasi 25 hektare lahan mangrove.

Lahan seluas 25 hektare tersebut terbagi di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Peropea Kabupaten Buton Utara (Butur) seluas 15 hektare, sedangkan 10 hektare lainnya berada di KPH Gantara daratan Kabupaten Muna.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Sahid melalui Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishut Sultra, La Ode Yulardhi mengungkapkan, penanaman 25 hektare lahan mangrove tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan rehabilitasi mangrove tahun lalu.

” Rehabilitasi mangrove tahun 2022 bisa mencapai angka 300 hektare, hal itu karena di tahun 2022 Dishut Sultra mendapat kucuran dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara ditahun ini, dana rehabilitasi mangrove hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ” ujarnya (03/04/2023)

Kata La Ode Yulardhi, untuk tahun ini DAK tidak ada, sehingga yang direhabilitasi hanya 25 hektare lahan mangrove saja.

” Sampai sejauh ini, proses rehabilitasi mangrove sendiri masih dalam tahap persiapan. Untuk tahapan pertama yang perlu dilakukan sebelum akhir kegiatan rehabilitasi bisa dilakukan adalah penyusunan rancangan, ” imbuhnya.

Kemudian sambungnya, dilanjutkan dengan penyusunan kelompok, dan yang terakhir akan dilakukan kontrak dengan masyarakat, kemudian akan dilaksanakan rehabilitasi. Selain itu, kata Yulardhi, persiapan pembibitan tanaman mangrove bisa memakan waktu 3 sampai 4 bulan.

“Mudah-mudahan setelah lebaran Idul Fitri 2023 ini kita sudah mulai tahap pelaksanaan, yaitu persiapan lapangan dan sebagainya,” jelasnya.

Yulardhi berharap, dengan adanya kegiatan rehabilitasi mangrove ini, ekosistem hutan mangrove yang ada di Sultra bisa terjaga dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *