Pemprov Sultra Ikuti Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi

UfukNews. Com, KENDARI – Pemerintah Sulawesi Tenggara mengikuti rapat koordinasi nasional tim pengendalian inflasi.  Pada rapat koordinasi ini, Gubernur  Provinsi Sulawesi Tenggara  H. Ali Mazi, SH., yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah secara virtual dari Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin, (31/10/ 2022).

Inflasi Indonesia pada bulan September 2022 berada diangka 1,17 persen, sedangkan sebaran inflasi terjadi dibeberapa kota yakni tertinggi secara persentase di Kota Bukit Tinggi 1,87 persen dan Kota Maluku / Papua 1,49 persen angka terendah dari kategori tertinggi. Dimana, kedua Kota tersebut merupakan yang mengalami inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara Nasional.

Bacaan Lainnya

Saat rapat koordinasi tersebut, Pj. Sekda Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio,M. Hum, PhD didampingi Danrem 143/HO, Brigjen TNI Yufti Senjaya, Direskimsus Polda Sulawesi Tenggara AKBP Bambang Wijanarko, Kepala Biro Perekonomian Hj. Usnia, Staf Kejati Sulawesi Tenggara Asdatun, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Ramadani, Plt. Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara Wahyu Hartono, KADIN Sulawesi Tenggara, Hj. Trinop Trijasari, Perwakilan Bank Indonesia (BI), dan para Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rapat Koordinasi Nasional kali ini, yang menjadi pembahasan adalah mengenai Sinkronisasi Program/Kegiatan Pengendalian Inflasi Daerah di Bidang Pertanian, Pembangunan Nasional, Perdagangan, Pangan dan Hukum.

Pada Rapat Koordinasi Nasional secara virtual, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan tentang dampak inflasi di beberapa negara, yang menyebutkan negara Turki sebagai salah satu yang terdampak inflasi dan terancam kebangkrutan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, bahwa perekonomian Turki dalam kondisi kacau balau dengan inflasi meroket.

“ Dampak lainnya, utang Negara tersebut menggunung dan kurs mata uang terjun bebas. Dampak tersebut juga terjadi di beberapa negara seperti Inggris, Argentina, dan beberapa negara Eropa mengalaminya, sehingga demo dan mogok massal kerap terjadi,”terangnya.

Lanjut  Muhammad Tito Karnavian, inflasi Indonesia pada posisi bulan September berada di angka 1,17 persen, sedangkan sebaran inflasi terjadi di beberapa kota yakni, tertinggi secara persentase di Kota Bukittinggi 1,87 persen, dan Kota Maluku/Papua 1,49 persen, angka terendah dari kategori tertinggi.

“  Kedua Kota tersebut merupakan yang mengalami inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional. Rapat Koordinasi Nasional ini akan dilanjutkan Selasa 1 November 2022 sampai 26 Desember 2022, “ tutup Tito Ksrnavian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *