Tingkatkan Kualitas Produksi Udang dan Ikan, DKP Sultra Bangun Tambak Modern Ratusan Hektar

Foto Panen budidaya ikan bandeng di Desa Panggosi bersama Direktur Kawasan, Dekan FPIK UHO Prof. La Sara, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi  Sulawesi Tenggara La Ode Kardini SE MSi dan Kadis Perikanan Konsel

UfukNews. Com, KENDARI – Upaya meningkatkan kualitas produksi budidaya udang dan ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bidang Budidaya Perikanan dan P2HP membangun tambak modern/ revitalisasi dan rehabilitasi shrimp farming.

Bacaan Lainnya

Tambak modern/ revitalisasi dan rehabilitasi Shrimp farming, dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Muna dan Kabupaten Konawe Selatan.

 

Kepala Dinas Kelautan dan perikanan provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Kardini SE, MSi, melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan dan P2HP, Wa Ode Marlina, S.Pi, mengungkapkan, kegiatan pembangunan tambak modern dimulai pada tahun 2022.

“Kegiatan di mulai sejak tahun 2022 sampai 2024 (multi year),” kata Marlina, Kamis (8/12/2022).

 

Kata Marlina, untuk luas tambak modern yang berada di Kabupaten Muna luasnya mencapai 500 Ha. Sedangkan di Kabupaten Konawe Selatan seluas 250 Ha.

” Kegiatan yang ada di tambak modern, berbeda tiap kabupaten. Untuk di Kabupaten Muna, Kecamatan Kabawo, kegiatan yang tersedia yakni revitalisasi shrimp farming. Sementara di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, kegiatan yang tersedia adalah rehabilitasi shrimp farming,” beber Marlina.

Sambutannya, adapun tujuan dari dibangunnya tambak modern, ialah untuk tersedianya sarana dan prasarana dalam menunjang peningkatan dan kualitas produksi perikanan budidaya.

” Tujuan lainnya yakni, meningkatnya produksi dan produktivitas serta mutu produksi perikanan budidaya. Kemudian, tersedianya lapangan kerja sebagai mata pencaharian dan peningkatan kapasitas usaha bagi pembudidaya udang. Serta meningkatnya pemanfaatan potensi dan perluasan areal budidaya perikanan,” papar Marlina.

Ia berharap, dengan diadakannya program tambak modern, dapat menggalakkan budidaya udang sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

“Kami juga berharap, melalui program tambak modern ini, dapat meningkatkan produksi dan pembangunan industri udang nasional,” harapnya.

Marlina kembali menjelaskan, program kerja berikutnya, menggerakkan masyarakat pembudidaya bukan hanya di Kabupaten Muna dan Konawe Selatan saja. Akan tetapi, di delapan ( 8 ) Kabupaten yang mempunyai wilayah kawasan budidaya air payau.

“Kedelapan Kabupaten tersebut yakni, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Muna Barat. Tujuannya adala untuk meningkatkan produksi hasil budidaya khusunya budidaya udang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *