Rutin Pantau Stok Ikan, DKP Sultra Pastikan Aman Dari Inflasi

UfukNews.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra senantiasa melakukan pemantauan lapangan mengenai stok ikan sekaligus memastikan sektor perikanan Sultra masih sangat aman dari inflasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra La Ode Kardini SE. MSi mengatakan, pihaknya secara terus menerus melakukan pemantauan lapangan mengenai stok ikan di Sultra. Mengingat data stok ikan yang ada di Kabupaten se-Sulawesi Tenggara  harus disampaikan dalam rapat bersama inflasi setiap minggunya.

“Sampai saat ini, stok ikan yang ada di Sulawesi Tengara ( Sultra ) masih terbilang cukup. Sehingga untuk masalah inflasi, kita tidak berpengaruh,” ujarnya.

Kendati setiap daerah di Sulawesi Tenggara mengirimkan laporan stok ikan secara rutin ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara ( DKP Sultra ), pihaknya juga terus melakukan pemantauan lapangan mengenai stok ikan.

“ Sampai saat ini, stok ikan di Sulawesi Tenggara masih terbilang sangat cukup, sehingga inflasi tidak terpengaruh. Serta untuk pelaporan ikan yang masuk dari beberapa Kabupaten di filter serta dipilah jenis ikannya  dari masing-masing kabupaten,” ucap Kardini.

Namun dari semua pelaporan yang masuk, La Ode Kardini menyebut saat ini produksi tangkap ikan kembung sedang berkurang. Utamanya di daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang juga sebagai pusat penyuplai ikan kembung untuk Kota Kendari.

“Sekarang yang terjadi ada sedikit terkendala ikan kembung, sedikit berkurang utamnya di Konawe Selatan ( Konsel), itu adanya kegiatan penambangan jadi bergeser. Sehingga mencari ikan kembung sekarang di Konsel agak sulit,” terangnya.

Untuk menstabilkan ketersediaan ikan di seluruh daerah di Sultra, Kardini menyebut pihaknya memberikan bantuan kapal-kapal nelayan dan bantuan alat tangkap. Kapal yang diberikan berukuran 3 Gross tonnage (GT), 5 GT, 20 GT, 21 GT dan 50 GT.

“Kita memberi bantuan kepada masyarakat, ini sudah beberapa tahun terakhir. Bahkan di tahun 2023 ini ada program bantuan 50 GT lengkap katerol di dalamnya, hal ini dimaksudkan sebagai mata rantai distribusi ikan di kabupaten,” ujarnya.

“Misalnya kabupatem membutuhkan ikan, maka kapal ini bisa menyuplai kabupaten mana yang membutuhkan, pungkasnya.

Sekedar informasi, selama tahun 2018-2021, inflasi tertinggi mayoritas disumbangkan oleh komoditas ikan, antara lain ikan kembung, ikan layang, dan ikan cakalang. Sementara deflasi pada Oktober 2023 disumbang oleh produk ikan-ikanan.

Senbelumnya, pihak Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kendari mencatat Sulawesi Tenggara mengekspor hasil perikanan selama 2020 mencapai 89,2 ton, dan hasil perikanan itu mayoritas diekspor ke negara Thailand.

Untuk ikan cakalang sebanyak 54 ton dengan nilai Rp1,12 miliar, cumi-cumi sebanyak 19,24 ton dengan nilai Rp1,26 miliar dan kerang dara sebanyak 16 ton dengan nilai Rp423 juta. Semua komoditas perikanan yang di ekspor ke Thailand selama 2020 sebanyak 89,24 ton dengan total nilai kurang lebih Rp2,8 miliar,” kata Kepala BKIPM
Kendari Amdali Adhitama dalam ketarangan terpisah.

Terkait ekspor di tahun 2021, , kinerja ekspor Januari hingga beberapa bulan berikutnya tumbuh sehat dan naik 2-3 digit, seklaigus peluang yang baik, sebab tak ada pengusaha dari Thailand yang meminta hasil perikanan dari Sultra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *